NGANJUK SRTV.CO.ID – Razia gabungan di bulan ramadan dalam rangka Operasi Penegakan Ketertiban dan Operasi Yustisi menemukan seorang wanita yang mengaku kesasar dalam kondisi mabuk di eks lokalisasi Guyangan, Nganjuk. Selasa (24/2)
Kegiatan yang digelar oleh Sub Denpom V/1-8 Nganjuk ini melibatkan. Provos Kodim 0810 Nganjuk, Propam Polres Nganjuk, dan Satpol PP Nganjuk ini juga mengecek sejumlah cafe karaoke yang dilarang beroperasi selama bulan suci, sekaligus menjalankan tugas penegakan hukum baik untuk lingkup militer maupun kasus yang berdampak pada masyarakat. "Kegiatan bertujuan memberikan rasa aman dan tentram kepada masyarakat selama Ramadan," ujar Lettu CPM Warwan selaku Dansub Denpom V/1-8 Nganjuk yang memimpin razia tersebut.
"Dari Bandung pak, tidak bawa KTP, tapi bawa foto kopi KK," ucap wanita tersebut kepada petugas saat dimintai identitas dengan logat Sunda. Saat hendak menyusul teman-temannya yang kabur, wanita tersebut terlihat dia tidak dapat melarikan diri karena motornya mogok tidak dapat dinyalakan. "Ini tadi hanya minum minum pak, tolong pak ya," pinta dia sambil memohon kepada petugas agar tidak dibawa. Setelah melakukan pemeriksaan dan memberikan edukasi serta pengarahan, petugas gabungan akhirnya memberikan imbauan agar tidak mengulangi perbuatan yang sama lagi.
Selanjutnya razia dilanjutkan ke wilayah Kecamatan Tanjunganom, mengecek sebuah cafe di jalan raya Nganjuk-Madiun yang juga dalam kondisi tertutup. “Ini merupakan agenda rutin Sub Denpom Nganjuk dalam rangka penegakan disiplin dan ketertiban,” ujarnya. Patroli yang dilakukan secara berkala bertujuan memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga selama bulan Ramadan yang penuh berkah. “Tujuan kami menciptakan wilayah Nganjuk kondusif, aman dan tenteram. Sehingga, masyarakat dapat beribadah di bulan ramadan dengan rasa nyaman,” pungkasnya
Reporter : Zaki Editor : Tim Redaksi SRTV
Editor : admin