Alih-Alih Padamkan Kebakaran, Petugas Damkar Tulungagung Diminta Cari Kunci Motor yang Jatuh ke Parit

srtv.co.id
Petugas Damkar Tulungagung saat berusaha membuka tutup parit untuk mencari kunco motor yang terjatuh ke dalam parit (Damkar Tulungagung)

Tulungagung, SRTV.CO.ID - Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tulungagung menerima laporan tak biasa pada Selasa (2/12/2025) siang. Bukan soal api atau kebakaran, melainkan permintaan bantuan untuk mencari kunci motor yang jatuh ke dalam parit.

Kasi Penyelamatan dan Evakuasi DPKP Tulungagung, Iwan Supriyono, menyebut laporan masuk ke Tim Baruna 3 sekitar pukul 11.45 WIB. Kunci motor milik seorang siswa itu tercebur ke parit di Jalan Ki Mangun Sarkoro, Desa Beji, Kecamatan Boyolangu.

Baca juga: Terdampak Efisiensi Anggaran, Tulungagung Batal Terima Bantuan Truk Sedot Tinja dan Mobil Toilet

Tim Baruna 3 menerima laporan kunci motor jatuh ke parit sekitar pukul 11.45 WIB,” ujar Iwan, Selasa (2/12/2025).

Petugas langsung menuju lokasi dan mencoba menggunakan magnet untuk mengangkat kunci melalui celah parit. Namun, dasar parit yang penuh lumpur setinggi lutut membuat magnet tak berfungsi. Upaya kedua menggunakan alat penjepit ular juga tak membuahkan hasil karena posisi kunci tak terdeteksi akibat endapan lumpur yang tebal.

Magnet tidak berfungsi karena banyak endapan lumpur. Alat penjepit ular juga tidak bisa menemukan posisi kunci,” jelasnya.

Baca juga: Gudang Kantor Dinkes Tulungagung Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp25 Juta

Akhirnya, petugas membuka salah satu tutup parit. Seorang anggota Damkar turun langsung ke dalam parit dan mencari secara manual. Setelah sekitar 15 menit, kunci berhasil ditemukan dan dikembalikan kepada pemiliknya.

Kunci yang hilang itu merupakan tipe keyless dengan harga cukup mahal, diperkirakan mencapai Rp 2,5 juta. Karena harus diganti satu paket jika hilang, pemilik memilih meminta bantuan Damkar daripada membeli perangkat baru.

Baca juga: Kecelakaan Tunggal Isuzu Elf di Ngantru Tulungagung, 8 Penumpang Alami Luka-luka

Kalau hilang harus mengganti satu paket perangkatnya, bukan hanya remotnya,” ujar Iwan.***

Reporter : Mochammad Sholeh SirriEditor : AMS

Editor : SRTVRedaksi

Pemerintah
Berita Terpopuler
Berita Terbaru