TUBAN, SRTV.CO.ID - Malam di sekitar GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban selalu punya cara sendiri untuk menghidupkan suasana. Di antara riuh rendah tawa dan deru kendaraan, kepulan asap tipis beraroma harum rempah menyeruak dari salah satu sudut lapak.
Itulah bandrek, minuman tradisional khas Sunda, Jawa Barat, yang entah bagaimana telah menemukan rumah keduanya di Bumi Wali, sebutan hangat bagi Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Di sini, wedang kaya rempah ini bertransformasi menjadi magnet malam yang memikat lintas generasi.
"Menikmati bandrek sembari nyemil kacang atau emping melinjo itu pas sekali untuk teman ngobrol," ujar Pipit, salah satu penikmat bandrek setianya saat ditemui di area stadion pada Rabu (3/6/2026) malam.
Bagi anak muda seperti Pipit dan kawan-kawannya, segelas bandrek bukan sekadar pengusir dingin, melainkan "bahan bakar" utama untuk mempererat obrolan bersama teman, relasi, maupun handai taulan.
Uniknya, kehangatan yang tersaji di gelas warga Tuban ini justru lahir dari tangan dingin seorang pelancong seberang pulau. Adalah Amir, pria asal Aceh yang sudah belasan tahun merantau dan setia menjajakan minuman legendaris ini di kawasan stadion.
"Minuman ini diracik dari rebusan jahe dan gula aren, serta diperkaya dengan berbagai rempah Nusantara seperti serai, kayu manis, cengkeh, dan daun pandan," jelas Amir seraya cekatan menuangkan wedang pesanan pelanggan.
Kombinasi bahan-bahan lokal tersebut melahirkan cita rasa yang kompleks. Manis, legit, sekaligus pedas menyegarkan. Jahe memberikan sensasi hangat yang langsung menusuk perut dan tenggorokan, sementara gula aren memberi rasa manis alami sekaligus pasokan energi instan.
Tak lupa, tambahan cengkeh, kayu manis, hingga sedikit merica memberikan aroma harum pekat yang langsung menenangkan pikiran, terutama saat dinikmati kala musim hujan atau pekatnya angin malam.
"Secara turun-temurun, bandrek sering dikonsumsi sebagai tonik kesehatan dan pereda gejala penyakit ringan seperti masuk angin, perut kembung, mual, serta membantu melegakan tenggorokan yang batuk," tambah Amir menjabarkan khasiat racikannya yang kaya antioksidan alami.
Seiring perkembangan zaman, bandrek di GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban ini juga terus bersolek tanpa kehilangan jati dirinya. Bagi mereka yang menyukai sensasi rasa yang lebih creamy dan lembut.
Pada akhirnya, di bawah langit malam Tuban, segelas bandrek membuktikan bahwa rasa hangat dan kebersamaan tidak mengenal batasan asal-usul daerah.
Editor : SRTVRedaksi