Ribuan Guru Honorer Resmi Beralih Jadi PPPK Paruh Waktu, Bupati Gatut Ajak Tumbuhkan Semangat Baru

srtv.co.id
Bupati Gatut Sunu ketika menyerahkan SK PPPK perekrutan 2024 beberapa waktu lalu. (aziz)

Tulungagung, SRTV.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan kepastian status bagi tenaga pendidik. Ribuan guru honorer kini resmi diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menyampaikan bahwa sampai saat ini sebanyak 1.607 guru telah menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Mereka yang sebelumnya berstatus honorer kini telah menjadi aparatur sipil negara (ASN) dengan status PPPK paruh waktu, dan ditempatkan di berbagai kecamatan serta satuan pendidikan.

Baca juga: Terdampak Efisiensi Anggaran, Tulungagung Batal Terima Bantuan Truk Sedot Tinja dan Mobil Toilet

Mereka ini sebelumnya tenaga honorer. Berdasarkan arahan, statusnya kini ditingkatkan menjadi ASN PPPK paruh waktu,” ujar Bupati Gatut, Minggu (30/11/2025).

Ia memastikan bahwa perubahan status ini merupakan wujud keseriusan Pemkab Tulungagung dalam memberikan kejelasan bagi tenaga honorer, terutama karena pemerintah daerah sudah tidak diperbolehkan lagi melakukan perekrutan honorer baru.

Baca juga: Gudang Kantor Dinkes Tulungagung Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp25 Juta

Selain pengangkatan PPPK paruh waktu, Pemkab Tulungagung juga telah menuntaskan pengangkatan PPPK penuh melalui dua tahap rekrutmen pada 2024, dengan penyerahan SK dilakukan pada 2025.

Dengan adanya kepastian status tersebut, Bupati Gatut berharap para guru semakin termotivasi dalam menjalankan tugas serta berkontribusi meningkatkan mutu pendidikan di Tulungagung.

Baca juga: Kecelakaan Tunggal Isuzu Elf di Ngantru Tulungagung, 8 Penumpang Alami Luka-luka

Ia menambahkan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu fokus pembenahan pemerintah daerah. Selain penataan status tenaga pendidik, peningkatan sarana dan prasarana sekolah—mulai rehabilitasi hingga pembangunan gedung baru—juga terus dipercepat.*

Reporter : Aziz WahyudiEditor : AMS

Editor : SRTVRedaksi

Pemerintah
Berita Terpopuler
Berita Terbaru