Bantuan alsintan dorong peningkatan produksi pertanian Lumajang.

srtv.co.id

Lumajang - Ifaktual.com - Penjabat Bupati Lumajang Indah Wahyuni mengatakan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian (Kementan) dapat mendorong peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

"Kabupaten Lumajang menerima alsintan berupa 35 unit traktor roda dua kepada puluhan kelompok tani yang tersebar di 15 kecamatan," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di kabupaten setempat, Jumat.

Baca juga: Longsor Lumajang : Satu Orang belum ditemukan, SAR tutup operasi pencarian korban

Ia mengatakan pentingnya bantuan alsintan tersebut kepada kelompok tani sebagai langkah nyata dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui Kementerian Pertanian dalam mendorong peningkatan produksi komoditas pertanian.

"Langkah tersebut juga dianggap sebagai antisipasi darurat pangan di wilayah Kabupaten Lumajang, sehingga Kementan menyalurkan alsintan sebanyak 35 traktor dengan rincian 25 unit hand traktor dan 10 unit rotari traktor kepada 35 kelompok tani," tuturnya.

Baca juga: Longsor di Lumajang, satu korban tertimbun belum ditemukan

Menurutnya penting penggunaan alsintan tersebut dengan efektif oleh para kelompok tani dengan harapan dapat meningkatkan hasil produksi pertanian di Kabupaten Lumajang.

"Saya berharap bantuan alsintan yang didistribusikan di 15 kecamatan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok penerima bantuan untuk mendorong hasil produksi pertanian di masing-masing kecamatan semakin meningkat," katanya.

Baca juga: Longsor Penambang Pasir Korban masih di Evakuasi dari lokasi

Selain traktor roda dua, lanjut dia, kelompok tani juga menerima bantuan 60 unit pompanisasi dan kabar baiknya bahwa pemerintah pusat akan menambah bantuan 17 unit pompanisasi lagi ke Kabupaten Lumajang.

"Dari 77 kelompok tani di Lumajang, 60 unit pompanisasi sudah disalurkan dan sisanya akan segera menyusul. Ini merupakan dorongan besar bagi sektor pertanian untuk terus meningkatkan produksinya," ujarnya.

Editor : admin

Pemerintah
Berita Terpopuler
Berita Terbaru