srtv.co.id Nganjuk – Hujan lebat yang mengguyur kota angin, akibatkan meningkatnya debit air di aliran sungai Banaran Pace. Dengan sigap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk sidak ke lokasi, pada Jum'at (27/1/2023) pukul 19.15 WIB.
Tutupnya akses jalan menuju Desa Banaran atas laporan masyarakat disebabkan adanya bangunan tepi sungai yang pondasinya sudah terkikis dan membahayakan bagi masyarakat saat melewati jembatan ketika debit air meningkat drastis.
Baca juga: 805 GTT - PTT Disdik Nganjuk Belum Masuk Dapodik, Harapan Jadi PPPK Pupus
Berdasarkan salah satu warga Hadi mengatakan, jembatan akses menuju Desa Banaran perlu di benahi karena adanya pondasi yang terkikis dan sangat mengkhawatirkan masyarakat.
Baca juga: Memilukan di Nganjuk Ternyata ada 100 Pelajar Hamil Diluar Nikah
"Jembatan ini sudah rawan, ketika hujan sangat tinggi seperti sekarang. makanya kita melaporkan hal ini ke BPBD Nganjuk, yang bisa saja suatu saat, menimbulkan korban jiwa jika tidak segera di tanggulangi," ujar Hadi.
Baca juga: Jelang Panen,Jangan Sampai Spekulan Permainkan Harga di Nganjuk
Hingga sampai saat ini, belum ada tanggapan secara langsung dari pihak dan Dinas yang terkait.
Editor : admin