Nganjuk, srtv.co.id – Densus 88 Antiteror Polri mengamankan LA (25), pemuda terduga teroris di Dusun Kentingan, Desa Puhkerep, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk.
Selanjutnya, Tim Densus 88 melakukan penggeledahan di rumah LA di Dusun Kentingan dan rumah orangtuanya di Desa Gondangkulon, Kecamatan Gondang, Nganjuk.
Baca juga: 805 GTT - PTT Disdik Nganjuk Belum Masuk Dapodik, Harapan Jadi PPPK Pupus
Kepala Desa Gondangkulon, Sugiarto, membenarkan penggeledahan tersebut.
“Yang bersangkutan sudah tertangkap… Kalau tadi (Tim Densus 88) hanya mencari barang bukti (di rumah orangtua LA),” jelas Sugiarto saat dihubungi srtv.co.id, Selasa (30/3/2021).
Sepengetahuan Sugiarto, Tim Densus 88 mengamankan sebuah pedang dari kediaman orangtua LA di Desa Gondangkulon.
“Kalau pedangnya itu tadi sudah dibawa sama polisi,” tandasnya.
Berdasarkan informasi yang diterima srtv.co.id, LA diamankan Tim Densus 88 di kediamannya di Dusun Kentingan, Desa Puhkerep, Kecamatan Rejoso sekitar pukul 12.55 WIB.
Setelah mengamankan LA, Tim Dersus 88 dibantu jajaran Polres Nganjuk melakukan penggeledahan di kediaman LA di Dusun Kentingan mulai pukul 15.00 WIB.
Selesai menggeledah rumah LA, Tim Densus 88 menggeledah rumah orangtuanya di Desa Gondangkulon, Kecamatan Gondang, Nganjuk.
Baca juga: Memilukan di Nganjuk Ternyata ada 100 Pelajar Hamil Diluar Nikah
Pernah Kibarkan Bendera ISIS
Sugiarto menuturkan, sebelum ditangkap Tim Densus 88 terduga teroris LA sudah pernah berulah. LA kedapatan memasang bendera ISIS di rumah orangtuanya di Desa Gondangkulon.
“Dulu memang sudah pernah dipantau dari Kodim, oleh intel Kodim. Kaitanya dulu pemasangan bendera-bendera di rumahnya, dulu ISIS waktu itu,” ungkap Sugiarto.
Setelahnya, LA mendapatkan pembinaan dari instansi terkait. Pascapembinaan, Sugiarto mengira LA tak lagi mengikuti paham-paham radikal.
Baca juga: Jelang Panen,Jangan Sampai Spekulan Permainkan Harga di Nganjuk
Hingga akhirnya Sugiarto mendengar kabar penangkapan LA dan rumah orangtuanya turut digeledah.
“(LA) sudah nikah ya saya pikir sudah selesai, sudah nggak kesitu (ikut paham radikal),” pungkas dia.
Editor: Hasan
Editor : admin