Nganjuk, srtv.co.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Nganjuk berharap santri-santri yang tengah menimba ilmu di Pondok Pesantren (Ponpes) segera disuntik vaksin Covid-19.
Sebab, hingga kini program vaksinasi yang dilakukan pemerintah belum menyasar seluruh santri.
Baca juga: 805 GTT - PTT Disdik Nganjuk Belum Masuk Dapodik, Harapan Jadi PPPK Pupus
“Belum, belum, (vaksinasi) untuk (santri) pondok pesantren belum,” jelas Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Nganjuk, KH Bisri Hisyam, saat dihubungi wartawan di Nganjuk, Senin (22/3/2021).
Kiai Bisri berharap program vaksinasi tersebut bisa segera menyasar santri ponpes. Apalagi di Kabupaten Nganjuk banyak tersebar ponpes yang menjadi pusat menimba ilmu agama Islam.
“Ya mudah-mudahan nanti (vaksinasi santri ponpes) ya secepatnya lah,” tuturnya.
Vaksin AstraZeneca Diperbolehkan
Dalam kesempatan itu, Kiai Bisri juga angkat bicara mengenai rencana penggunaan vaksin AstraZeneca di ponpes-ponpes Jawa Timur. Menurutnya, penggunaan vaksin jenis tersebut diperbolehkan.
Baca juga: Memilukan di Nganjuk Ternyata ada 100 Pelajar Hamil Diluar Nikah
“Kalau PWNU Jawa Timur (penggunaan vaksin AstraZeneca) nampaknya kan boleh. Kulo nggih (saya ya) dari PCNU secara struktural nggih nderek (ya ikut) PWNU,” sebut Kiai Bisri.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berujar bahwa vaksin AstraZeneca akan digunakan di ponpes-ponpes yang berada di Jawa Timur.
Pernyataan tersebut keluar setelah Presiden Jokowi bertemu dengan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, hari ini.
“Bahwa tadi pagi saya sudah bertemu dengan MUI Jawa Timur, sudah bertemu dengan para kiai di Provinsi Jawa Timur mengenai vaksin AstraZeneca,” ujar Jokowi saat meninjau vaksinasi Covid-19 massal di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Senin (22/3/2021).
Baca juga: Jelang Panen,Jangan Sampai Spekulan Permainkan Harga di Nganjuk
“Beliau-beliau tadi menyampaikan bahwa Jawa Timur siap diberi vaksin AstraZeneca dan segera akan digunakan di pondok pesantren-pondok pesantren yang ada di Jawa Timur,” lanjutnya.
Editor: Hasan
Editor : admin