Inovasi Ekonomi Sirkular, PAC Ansor Paciran Sulap Sampah Jadi Sumber Jadi Sumber Kemandirian Finansial

Reporter : Moh Bashoir
Suasana usai sosialisasi penguatan bank sampah berbasis inovasi ekonomi sirkular yang digelar oleh Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor di Kantor MWC NU Paciran, Lamongan

LAMONGAN, SRTV.CO.ID - Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, menunjukkan aksi nyata dalam memberdayakan para kadernya melalui cara yang kreatif dan solutif.

Pada Jumat (30/10/2026), mereka menggelar sosialisasi penguatan bank sampah berbasis inovasi ekonomi sirkular yang bertempat di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Paciran.

Inisiatif ini dirancang sebagai langkah strategis untuk membekali para pemuda dengan keterampilan praktis yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Pengelolaan sampah yang dikemas secara modern dan terstruktur diyakini mampu membuka berbagai peluang baru bagi pemberdayaan anggota Ansor hingga ke tingkat basis.

"Dengan adanya pelatihan ekonomi sirkular ini, diharapkan dapat memberikan inovasi terhadap kader Ansor di wilayah ranting se-Kecamatan Paciran," ungkap Ketua PAC Ansor Paciran, Habib. Sabtu (31/10/2026)

Langkah inovatif ini tidak hanya berfokus pada penyelesaian masalah lingkungan, tetapi juga memegang visi besar demi keberlangsungan masa depan organisasi pemuda NU di wilayah setempat.

"Pelatihan ini juga memiliki visi jangka panjang, yakni mampu menjadikan organisasi kita bisa mandiri secara finansial," tegas Habib di sela-sela agenda tersebut.

Guna memperkuat dampaknya, agenda sosialisasi ini menggandeng sinergi kuat dari Bank Sampah Induk (BSI) Berlian serta sektor swasta.

Ketua BSI Berlian sekaligus pemateri utama, Aang Andriono, menguraikan pentingnya kolaborasi multisektor dalam mengatasi persoalan sampah yang terus membayang-bayangi masyarakat, sekaligus menyelaraskannya dengan kampanye lingkungan skala global.

"Program ini adalah salah satu bentuk perhatian dari Coca-Cola terhadap kelestarian lingkungan," terang Aang Andriono.

Melalui kemitraan strategis ini, edukasi yang diberikan berfokus pada cara pandang baru terhadap limbah domestik agar tidak lagi dipandang sekadar sebagai tumpukan barang bekas tanpa arti.

"Fokus utama kami adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas dalam hal manajemen pengelolaan sampah yang komprehensif, sehingga limbah yang dihasilkan dapat diolah dan dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang bernilai guna," lanjut Aang menjelaskan materi pelatihannya.

Melalui sinergi antara organisasi kepemudaan, pegiat lingkungan, dan pihak swasta ini, kesadaran masyarakat Paciran terhadap manajemen sampah terstruktur diharapkan dapat kian meningkat.

Selain menekan laju volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), gerakan ekonomi sirkular ini diproyeksikan mampu menjadi sumber pendapatan alternatif yang kian mengokohkan kemandirian finansial organisasi lokal.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru