MADIUN, SRTV.CO.ID - Sebuah momen tidak biasa mewarnai proses pra-rekonstruksi kasus pembunuhan dan mutilasi ibu dan anak yang digelar di Jalan Dhoho, Gang Tentrem, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.
Ketika jajaran kepolisian bersama tersangka tiba di lokasi kejadian, kegiatan tersebut berbarengan dengan digelarnya doa bersama oleh warga sekitar.
"Mudah-mudahan dengan doa kita ini, jasad almarhum diterima amal ibadahnya dan ditempatkan di surga Allah," ungkap Haji Suyoto salah seorang warga.
Pra-rekonstruksi yang menghadirkan tersangka Bagus Martono (40) ini mendadak diliputi atmosfer religius yang kental.
Di tengah ketatnya penjagaan aparat kepolisian, suara lantunan doa berkumandang di sekitar lokasi kejadian, yang tak jauh dari area pemakaman.
"Yang kedua, mudah-mudahan jasad yang dibunuh segera diketemukan," tambah Haji Suyoto saat diwawancarai di lokasi.
Pengajian tersebut ternyata merupakan inisiatif sukarela dari warga setempat untuk mendoakan para korban serta memohon agar proses pencarian sisa jasad korban dapat segera menemui titik terang.
H Sunyoto yang juga menjabat sebagai Modin Kelurahan Winongo menjelaskan, bahwa kegiatan doa bersama ini murni dilakukan atas dasar kepedulian warga.
Menurut Suyoto, kegiatan doa bersama ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan secara rutin setiap hari, mulai dari hari Minggu, Senin, hingga Sabtu mendatang, yang dilangsungkan selepas salat Magrib dan beberapa waktu lainnya.
Kehadiran tersangka Bagus Martono di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sendiri merupakan bagian dari rangkaian penyidikan kepolisian guna mengungkap secara terang benderang detik-detik peristiwa tragis tersebut. Pihak kepolisian terus mendalami keterangan tersangka untuk melengkapi berkas perkara serta mencari bagian tubuh korban yang belum ditemukan.
Meski diwarnai suasana duka dan keprihatinan mendalam dari warga sekitar atas aksi keji yang menimpa almarhum anak dan ibunya, proses pra-rekonstruksi berjalan dengan pengawalan ketat aparat kepolisian hingga selesai.
Editor : SRTVRedaksi