JOMBANG, SRTV.CO.ID -Sebanyak 20 anak muda pilihan di Kabupaten Jombang resmi dinyatakan lolos seleksi Gerak Dampak Academy 2026. Program bertema 'Memperluas Hak Akses Setara bagi Anak Muda' ini diselenggarakan oleh Aliansi Inklusi Jombang (AIJ) bekerja sama dengan Indika Foundation melalui program Impact Collaboration.
Para peserta sebelumnya telah merampungkan agenda Intensive Course yang berlangsung pada 19–20 September 2026 di Aula Pertemuan Women Crisis Center (WCC) Jombang.
"Kami melihat sejauh mana peserta mampu membaca persoalan di sekitarnya sekaligus merancang langkah yang bisa dilakukan setelah program berakhir," ujar Sekretaris Jenderal AIJ, Priwahayu, Rabu (23/9/2026).
Proses seleksi berjalan sangat ketat, dimulai dari 116 pendaftar, tersaring menjadi 80 peserta Mini Bootcamp, hingga akhirnya menyisakan 20 anak muda terpilih. Pada hari pertama Intensive Course, peserta dibekali materi 'Lead Self' untuk mengenali potensi diri, regulasi emosi, hingga keterbukaan pikiran (open-mindedness).
Selain itu, Kepala Dinas PPKB-PPPA Jombang, dr. Ma'murotus Sa'diyah, turut hadir membawakan materi mengenai peran pemerintah daerah dalam perlindungan perempuan dan anak.
"Seusai penyampaian materi, setiap pembelajaran dilanjutkan dengan diskusi kelompok. Para peserta diajak menghubungkan materi dengan pengalaman pribadi maupun persoalan yang mereka temui di lingkungan masing-masing," imbuh Priwahayu.
Memasuki hari kedua, fokus pelatihan bergeser pada tema 'Lead Others, Lead Change & Integritas'. Peserta diajak merefleksikan persoalan sosial melalui pemutaran film Pulih dan sesi 'Kamu Punya Pilihan' yang dipimpin langsung oleh Direktur WCC Jombang, Ana Abdillah.
Melalui sesi ini, anak muda didorong untuk berani menentukan peran dalam menghadapi kekerasan dan isu sosial di sekitar mereka.
"Pesan utama yang dibawa dalam sesi tersebut adalah anak muda perlu memiliki ruang untuk belajar dan berefleksi sebelum menentukan peran yang ingin mereka ambil," terang Priwahayu.
Tak berhenti pada gagasan, para peserta juga dibimbing menyusun rencana aksi melalui konsep SMART Goals agar setiap langkah yang dirancang bersifat spesifik, terukur, realistis, dan memiliki target jelas.
AIJ memastikan bahwa 20 peserta ini tidak akan dilepas begitu saja, melainkan bakal mendapatkan pendampingan berkelanjutan untuk merealisasikan proyek sosial mereka di masyarakat.
"Dengan pendampingan itu, gagasan yang muncul selama proses pembelajaran diharapkan tidak berhenti sebagai catatan di atas kertas, tetapi dapat diterjemahkan menjadi aksi di lingkungan tempat peserta tinggal dan beraktivitas," pungkasnya.
Editor : SRTVRedaksi