Hapus Tiket Akhir Pekan, Kunjungan Wisata di Nganjuk Melonjak Hingga 20 Persen

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Ribuan wisatawan menikmati keindahan Air Terjun Sedudo di Kabupaten Nganjuk. Penerapan tarif tiket flat sukses mendongkrak angka kunjungan wisatawan (TL/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID -Penerapan kebijakan penyesuaian tarif retribusi tempat rekreasi di Kabupaten Nganjuk membuahkan hasil positif. Langkah strategis ini terbukti efektif mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan, baik lokal maupun luar daerah, di berbagai objek wisata milik pemerintah daerah.

"Sejak regulasi ini resmi diberlakukan pada Januari 2026, tercatat tren lonjakan kunjungan wisatawan sebesar 15 hingga 20 persen di lima objek wisata milik pemerintah daerah," ujar Kepala Bidang Pengembangan Daya Tarik Destinasi Pariwisata (PDTDP) Disporabudpar Nganjuk, Indria Aksiomaningtiwi, Selasa (22/9/2026).

Sistem tarif tiket akhir pekan yang sebelumnya lebih mahal kini resmi dihapus dan digantikan dengan tarif tunggal setiap hari. Kebijakan ini berlaku di lima destinasi yang dikelola Pemkab Nganjuk, yakni Air Terjun Sedudo, Air Merambat Roro Kuning, Pemandian Sri Tanjung, Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL), dan Goa Margo Trisno.

"Di Air Terjun Sedudo misalnya, tarif tiket kini berlaku flat dari Senin hingga Minggu, yakni Rp8.000 untuk anak-anak dan Rp10.000 untuk dewasa," jelas Indria.

Dampaknya sangat nyata, per Agustus 2026 jumlah kunjungan ke Sedudo menembus 28.245 wisatawan, meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 18.351 kunjungan. Kenaikan angka kunjungan juga terjadi secara merata di tempat rekreasi lainnya, seperti Pemandian Sri Tanjung yang menyumbang 24.541 pengunjung, Goa Margo Trisno sebanyak 6.148 kunjungan, serta Roro Kuning yang mencapai 6.554 orang.

"Selain memanjakan pelancong dengan harga murah, Perda tersebut juga menetapkan tarif sewa kios pedagang di kawasan Sedudo yang sangat berpihak pada warga sekitar, yaitu Rp3.000 per meter persegi per bulan atau sekitar Rp28.000 per kios," tambahnya.

Aturan sewa murah tersebut berhasil menghidupkan 38 kios UMKM lokal yang mayoritas dikelola oleh ibu rumah tangga untuk menjual kuliner khas seperti nasi jagung dan olahan sayuran. Guna menjaga tren positif ini, Pemkab Nganjuk berkomitmen menjaga kebersihan fasilitas umum dan kolam, serta membuka peluang investasi pihak ketiga.

"Masyarakat pun diajak turut memajukan daerah dengan menggaungkan tagar #WisatadiNganjukAja serta ikut merawat fasilitas umum yang telah disediakan," pungkas Indria.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru