Buka Penyuluhan Keamanan Pangan, Bupati Marhaen Ajak Pelaku IRTP Jadi "Juara" di Negeri Sendiri

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi

 

Nganjuk, SRTV.CO.ID - Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mendorong para pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) untuk membangun mental pengusaha yang tangguh, berani berkembang, serta mampu memanfaatkan berbagai peluang usaha. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Penyuluhan Keamanan Pangan bagi pelaku IRTP di Ruang Rapat Dr. Soetomo Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, Rabu (16/9/2026).

Baca juga: Dinkes Nganjuk Perkuat Mutu dan Keamanan Pangan IRTP, Siapkan Puluhan Pelaku Usaha Naik Kelas

Dalam arahannya, Bupati Marhaen mengajak para pelaku usaha untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, keberhasilan dalam menjalankan usaha tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi juga keberanian, optimisme, kreativitas, dan kemauan untuk terus belajar.

“Bapak Ibu dididik menjadi mental pengusaha. Mental pengusaha harus tangguh,” ujar Kang Marhaen sapaan akrabnya.

Ia menilai, pelaku usaha perlu memiliki pola pikir yang terbuka dalam melihat kesempatan. Keterbatasan modal, menurutnya, tidak seharusnya menjadi satu-satunya alasan untuk berhenti mengembangkan usaha.

Kang Marhaen memberikan gambaran bahwa dunia usaha memiliki banyak cara untuk berkembang, termasuk melalui kemampuan membangun jejaring, mencari peluang kerja sama, serta memanfaatkan sumber daya yang tersedia.

“Orang usaha tidak harus selalu punya modal sendiri. Banyak usaha yang bisa berjalan dengan memanfaatkan peluang dan jaringan yang ada,” jelasnya.

Selain keberanian mengambil peluang, Kang Marhaen juga menekankan pentingnya membangun pola pikir positif. Ia mengajak para pelaku usaha untuk membiasakan diri menggunakan pilihan kata dan cara berpikir yang optimistis ketika menghadapi persoalan.

Baca juga: Rayakan HUT ke-28, IJTI Gelar Baksos Kesehatan yang Dinilai Bupati Marhaen Bawa Dampak Nyata

Menurutnya, pola pikir tersebut penting karena akan memengaruhi cara seseorang dalam mengambil keputusan dan menghadapi tantangan usaha. Karena itu, pelaku UMKM diminta tidak takut mencoba dan terus mengasah kemampuan. “Pikiran di otak harus positif. Harus berani, optimistis,” pesannya.

Kang Marhaen juga mengapresiasi terselenggaranya kegiatan penyuluhan yang menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan pihak terkait. Ia berharap para peserta benar-benar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha.

“Terima kasih kepada para profesor dan dosen yang telah hadir dan memberikan ilmu kepada masyarakat Nganjuk,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kang Marhaen menyampaikan bahwa Kabupaten Nganjuk memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan melalui kekuatan para pelaku usaha dan UMKM. Ia mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan kapasitas, baik dari sisi pengelolaan usaha maupun kualitas produk yang dihasilkan.

Baca juga: Sinergi Tanpa Batas, Prajurit Kodim 0810 Nganjuk & Dinkes Gelar Aksi Donor Darah Meriahkan HUT ke-28 IJTI

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan kebanggaannya dapat hadir bersama para akademisi dan pelaku usaha di Kabupaten Nganjuk. Ia menggambarkan Nganjuk sebagai Bumi Anjuk Ladang, tanah kemenangan, yang memiliki masyarakat dengan semangat dan daya juang tinggi.

“Ciri khas orang Nganjuk itu mentalnya mental juara, mental nomor satu, mentalnya sukses, mentalnya tangguh,” tutur Kang Marhaen.

Sementara itu, penyuluhan keamanan pangan yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk diikuti sebanyak 55 pelaku usaha IRTP yang merupakan perwakilan dari sejumlah kecamatan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai keamanan pangan sekaligus mendukung pemenuhan komitmen perizinan produk pangan industri rumah tangga.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Nganjuk berharap para pelaku IRTP tidak hanya semakin memahami pentingnya keamanan dan kualitas pangan, tetapi juga memiliki mental usaha yang kuat untuk mengembangkan produk dan meningkatkan daya saing UMKM di Kabupaten Nganjuk.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru