PPPK Nganjuk Berpeluang Jadi Pejabat, Mas Wabup Handy Sikat Oknum Jual Beli Jabatan

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro saat memberikan arahan kepada 350 peserta PPPK pada pembukaan Orientasi PPPK Kabupaten Nganjuk di Pendopo Kabupaten.m (Ist/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) resmi menggelar Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Pendopo KRT Sosrokoesoemo.

Agenda ini menjadi momentum penting untuk menginternalisasi nilai-nilai dasar BerAKHLAK demi mendorong pelayanan publik yang makin optimal di Kabupaten Nganjuk.

"Setelah dilantik dan menyematkan pin di dada kiri, bukan berarti kita bisa merasa paling gagah. Jenengan semua adalah public servant, pelayan masyarakat. Hak jenengan bertambah, maka kewajiban dan pengabdiannya juga harus bertambah," tegas Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro saat membuka acara secara langsung. Selasa (8/9/2026)

Dalam pengarahannya, pria yang akrab disapa Mas Handy tersebut menekankan pentingnya kesadaran akan tanggung jawab moral yang diemban oleh para aparatur sipil negara.

Sebab, dengan rasio satu ASN yang melayani sekitar 90 hingga 100 warga, performa setiap pegawai akan langsung dirasakan oleh masyarakat luas.

Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro usai memberikan arahan kepada 350 peserta PPPK pada pembukaan Orientasi PPPK Kabupaten Nganjuk di Pendopo Kabupaten.m (Ist/SRTV)

"Jangan pernah mau dimintai uang sepeser pun oleh oknum dengan dalih perpanjangan kontrak atau promosi. Di era kepemimpinan kami, tidak ada hal seperti itu. Kalau ada yang berani minta-minta, laporkan langsung kepada saya, bawa buktinya," ujar Mas Handy mengingatkan para peserta agar tidak tergiur praktik pungli.

Suasana pembukaan makin bergelora saat pimpinan daerah memberikan kejelasan terkait prospek karier PPPK di lingkungan Pemkab Nganjuk. Mengacu pada regulasi ASN berbasis meritokrasi, PPPK berprestasi kini memiliki peluang terbuka untuk mengisi jabatan-jabatan strategis.

"Sekarang aturannya memungkinkan PPPK yang berkinerja unggul (excellent) dan memiliki diferensiasi kompetensi untuk menduduki jabatan struktural. Bisa jadi kepala bidang, camat, bahkan kepala dinas," kata Mas Handy yang disambut riuh antusias para peserta.

Lebih lanjut, politikus Partai Demokrat tersebut menganalogikan jajaran birokrasi Pemkab Nganjuk sebagai satu kesatuan yang utuh.

Ia meminta seluruh aparatur untuk memelihara integritas serta menjauhi tindakan merugikan yang dapat merusak nama baik instansi.

Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro usai memberikan arahan kepada 350 peserta PPPK pada pembukaan Orientasi PPPK Kabupaten Nganjuk di Pendopo Kabupaten.m (Ist/SRTV)

"Kita berada di dalam satu kapal besar yang sama. Jangan pernah sekali-kali melubangi atau merusak kapal kita sendiri. Kalau ada kapal yang bocor karena ulah penumpangnya, kita semua yang akan tenggelam," ucap Wabup mengingatkan.

Guna merespons cepat dinamika era digital, pilar Adaptif dan Kolaboratif turut menjadi sorotan utama.

Birokrasi dituntut untuk terus bergerak responsif terhadap aduan warga serta tetap humanis dalam menyajikan layanan di bidang kesehatan, pendidikan, maupun kependudukan.

"Jadilah ASN yang solutif, kolaboratif, dan membawa berkah bagi seluruh masyarakat Nganjuk," tutur Mas Handy menutup arahannya.

Di sisi lain, Kepala BKPSDM Nganjuk, Agus Heri Widodo, melaporkan bahwa agenda orientasi tahun 2026 ini diikuti oleh total 700 peserta yang terdiri dari tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis. Rangkaian kegiatan ini menerapkan metode blended learning (pembelajaran mandiri, klasikal, hingga pelatihan lapangan) yang dijadwalkan berlangsung hingga akhir September 2026.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru