LPG 3 Kg di Tanjunganom Langka, Warga Memburu hingga 10 Pangkalan & Harga Meroket Jauh diatas HET

Reporter : Boniman
Kelangkaan LPG 3 kg dalam beberapa hari terakhir membuat warga Tanjunganom resah. Hal tersebut diduga dampak dari keterlambatan pengiriman pasokan (Mr Boni/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi 3 kilogram dalam beberapa hari terakhir memicu keresahan warga di Kabupaten Nganjuk, khususnya di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tanjunganom.

Warga terpaksa membuang waktu dan tenaga untuk berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lainnya demi mendapatkan tabung gas melon tersebut.

"Saya keliling sampai sekitar sepuluh pangkalan dan subpangkalan, tapi tidak ada stoknya semua, stok kosong semua," ujar Senen, warga Sidoharjo, Kecamatan Tanjunganom, Senin (7/9/2026).

Kelangkaan pasokan ini berdampak langsung pada terganggunya aktivitas dapur rumah tangga warga setempat selama dua hari berturut-turut.

Kegusaran yang sama dirasakan oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sangat bergantung pada ketersediaan gas subsidi untuk menjalankan usahanya.

"Kosong semua. Akhirnya saya tidak jadi beli," keluh Leli, seorang pelaku UMKM yang mengaku sempat berkeliling ke sejumlah pangkalan di kawasan sekitar namun tetap tidak membuahkan hasil.

Masalah keterlambatan pengiriman dari distributor diduga menjadi pemicu utama menipisnya stok di pasaran.

Kondisi pasokan yang tersendat ini memicu gejolak harga yang tak terkendali di tingkat eceran maupun toko kelontong.

"Umumnya harga Eceran Tertinggi (HET) di pangkalan resmi berkisar antara Rp 18.000, kini meroket," ungkap Leli menambahkan perihal ketimpangan harga yang dirasakan masyarakat saat ini.

Di tingkat pengecer, harga gas melon dilaporkan melambung tinggi hingga mencapai Rp 23.000 sampai Rp 24.000 per tabung.

Angka ini jauh melampaui ketentuan HET yang telah ditetapkan pemerintah di pangkalan resmi.

"Penyebab harga mencapai Rp 23.000 hingga Rp 24.000 di tingkat pengecer karena keterlambatan pasokan," tutur Leli menanggapi kondisi panic buying dan kenaikan harga di lapangan.

Warga berharap adanya tindakan cepat dari dinas terkait untuk segera mengatasi keterlambatan pasokan ini agar kondisi pasar kembali normal.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru