NGANJUK, SRTV.CO.ID - Pemerintah Desa Sambiroto, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk di bawah kepemimpinan Kepala Desa Achmad Syarif sukses menggembleng serangkaian acara Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) ke-81 Republik Indonesia.
Kemeriahan agenda kemerdekaan tersebut resmi ditutup dengan menggelar pengajian dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Manaqib Sewelasan Jawahirul Ma’ani pada Senin malam Selasa (24/8/2026).
"Peringatan Maulid Nabi dan pembacaan Manaqib adalah tradisi keagamaan Islam di kalangan warga Desa Sambiroto, Kecamatan Baron, untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW serta meneladani kisah hidup para wali seperti Syekh Abdul Qadir Al-Jilani," ujar Kades Sambiroto, Achmad Syarif. Selasa (25/8/2026)
Suasana keagamaan terasa makin khidmat dan meriah lantaran acara ini menghadirkan penceramah kondang Gus Ahmad Jauhar Anam (Gus Har).
Nuansa spiritual kian kental berkat iringan lantunan shalawat nan merdu dari Grup Hadroh Munajad Cinta yang memimpin jalannya suasana majelis.
"Manfaat utama dari membaca atau mengikuti kegiatan Manaqib adalah untuk mempelajari biografi dan kisah teladan wali Allah. Melalui manaqiban, kita meneladani akhlak, mengambil pelajaran, serta menyerap kesalehan, ibadah, dan perjuangan hidup para wali atau ulama," ujar Gus Har dalam ceramahnya.
Ratusan warga Desa Sambiroto beserta jemaah rutinan dari berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Nganjuk tampak hadir tumplek blek.
Kediaman Kades Achmad Syarif yang menjadi pusat acara pun penuh sesak oleh masyarakat yang antusias mencari keberkahan majelis.
"Kami sangat bersyukur seluruh rangkaian acara kemerdekaan hingga majelis penutup ini berjalan lancar berkat kerja sama seluruh elemen masyarakat dan Pemdes Sambiroto," kata salah satu panitia penyelenggara.
Kegiatan keagamaan ini sekaligus menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar warga serta memperkokoh keimanan masyarakat Desa Sambiroto.
Acara kemudian diakhiri dengan doa bersama demi ketenteraman dan kemakmuran warga Nganjuk secara keseluruhan.
Editor : SRTVRedaksi