Menjelang Soft Launching, Sekolah Rakyat Nganjuk Dikejar Target Kuota Siswa SD dan Kebutuhan Ratusan Tendik

Reporter : Mahbub Jamal
Plt Kepala Sekolah Rakyat Nganjuk, Iqbal Tawakal, saat memberikan keterangan terkait persiapan soft launching, kendala kuota siswa SD, dan pemenuhan tenaga pendidik (Jamal/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID - Persiapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Rakyat Nganjuk terus dimatangkan menjelang tahun ajaran baru. Berkonsep boarding school, sekolah ini menerapkan kurikulum berbasis SOP Dikdasmen yang dipadukan dengan kurikulum keasramaan.

Pihak sekolah membidik pelaksanaan soft launching pada 28 Agustus 2026 mendatang di gedung serbaguna sekolah.

"Kami merencanakan semoga tidak mengambil tanggal di 31 itu. Sedikit kita majukan untuk kita rencanakan di 28 Agustus," ujar Plt Kepala Sekolah Rakyat Nganjuk, Iqbal Tawakal, Kamis (20/8/2026).

Rencananya, agenda soft launching tersebut akan dihadiri langsung oleh Bupati, Wakil Bupati, serta jajaran pejabat Pemerintah Daerah Nganjuk. 

Namun, di balik matangnya persiapan acara, sekolah masih harus menyelesaikan kendala pemenuhan kuota murid untuk tingkat Sekolah Dasar (SD). 

Berbeda dengan jenjang SMP dan SMA yang sudah memenuhi kuota serta mengantongi SK penetapan, kuota SD baru terisi 18 siswa dari total 90 kursi yang tersedia.

"SD tetap kurang memang. SMP, SMA sudah memenuhi kuota. SD itu kurang, sehingga belum ada SK penetapan untuk SD dan sampai detik ini kita upayakan untuk pemenuhan dengan langkah-langkah yang tadi sudah kita sepakati bersama Bupati dan Wakil Bupati," jelas Iqbal.

Menanggapi kegiatan siswa yang sempat terlihat di Pendopo beberapa waktu lalu, pihak sekolah meluruskan bahwa agenda tersebut bukanlah KBM. 

Proses penerimaan siswa baru harus melewati tahapan panjang, mulai dari open house, CKG, dilanjutkan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama dua minggu, hingga masa matrikulasi selama tiga bulan sebelum KBM efektif dimulai.

"Nah, sampai detik itu kami sudah mengupayakan untuk pemenuhan tendik dan guru melalui rekomendasi nama-nama dari pemda. Guru yang dibutuhkan 31 mulai dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Tendik ada sekitar 70-an tendik," pungkasnya.

Terkait pemenuhan sumber daya manusia, Sekolah Rakyat Nganjuk membutuhkan total 100 personel operasional yang terdiri dari 30 guru dan 70 tenaga kependidikan (tendik). 

Pihak sekolah bersama pemda setempat kini terus mengupayakan proses rekrutmen guru dan tendik tersebut agar dapat terealisasi melalui sistem CASN BKN

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru