JOMBANG, SRTV.CO.ID — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menggelar skrining Tuberkulosis (TB) dan Cek Kesehatan Gratis di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Kamis (20/8/2026).
Langkah strategis ini dilakukan untuk mempercepat penemuan kasus TB sekaligus meningkatkan deteksi dini masalah kesehatan di lingkungan pesantren.
Sebanyak 2.481 santri dan 197 guru dijadwalkan mengikuti rangkaian pemeriksaan selama tiga hari ke depan di SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng.
"Penyakit ini obatnya ada, kematiannya banyak, karena skriningnya terlambat. Sebab harus pakai X-Ray dan PCR. Nah sekarang dengan teknologi baru, X-Ray ini bisa kita bawa ke mana-mana," ujar Budi Gunadi Sadikin saat jumpa pers di SMA A. Wahid Hasyim, Tebuireng, Kamis (20/8/2026).
Penggunaan alat skrining Portable X-Ray canggih milik Kemenkes RI ini memungkinkan pemeriksaan paru-paru dilakukan secara fleksibel di mana saja tanpa harus membawa pasien ke rumah sakit.
Seseorang cukup berdiri di depan alat tersebut, dan hasil skrining dapat langsung diketahui dalam waktu singkat.
"Tingkat kematian akibat TB di Indonesia masih mencapai 120 hingga 140 ribu penderita per tahun. Karena itu, skrining menyeluruh ke semua kelompok masyarakat, termasuk pesantren, menjadi prioritas program Hasil Terbaik Cepat yang digagas Presiden Prabowo Subianto," jelas Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.
Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menekan angka penularan TB di komunitas padat seperti pesantren. Dengan deteksi yang lebih cepat, potensi penularan massal di antara para santri dapat diantisipasi sedini mungkin.
"Bapak Presiden Prabowo ingin TBC itu agar bisa tereliminasi dari Indonesia. Tadi sudah dicek, ditemukan 26 orang terindikasi TB. Kalau ketemu begini bisa diobati dan tidak menular," terang Menkes saat meninjau langsung jalannya skrining.
Langkah responsif Kemenkes RI ini pun disambut hangat oleh pihak pengasuh pesantren. Penanganan medis secara intensif dan gratis langsung disiapkan bagi para santri yang terindikasi agar proses belajar mengajar tetap aman dan nyaman.
"Kebetulan tadi ditemukan 26 siswa yang ada indikasi TBC. Nah untuk santri Tebuireng tidak perlu khawatir tertular. Karena nanti diberikan obat oleh Kemenkes RI secara gratis selama 1-3 bulan," pungkas Jajaran Pengasuh PP Tebuireng, Nyai Hj. Lelly Lailliya
Editor : SRTVRedaksi