NGANJUK, SRTV.CO.ID – Kemeriahan Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, berlangsung semarak. SMP Negeri 2 Tanjunganom tampil mencuri perhatian warga dengan membawa konsep unik dan barisan kontingen terbesar.
"Penggunaan bahasa Jawa dialek Mataraman memberi warna tersendiri dalam pemilihan tema untuk kirab kali ini," ujar Kepala SMPN 2 Tanjunganom, H. Bambang Nurhaji.
Pihak sekolah tidak main-main dalam menyemarakkan agenda tahunan yang digagas oleh Forpimcam dan Korwil Pendidikan Tanjunganom tersebut.
Sebanyak 700 siswa-siswi dikerahkan langsung untuk memadati rute parade dari start di depan Stadion Jetis hingga finish di Stadion Warujayeng.
"Tema Mataraman menjadi pilihan karena mengacu pada nilai budaya, sejarah, dan karakteristik wilayah Kabupaten Nganjuk serta sekitarnya yang kental dengan pengaruh Kesultanan Mataram," ungkap Bambang.
Sentuhan tradisi Jawa lokal yang dihadirkan membuat penampilan para siswa tidak hanya semarak secara visual, tetapi juga sarat akan makna pendidikan karakter dan kebudayaan.
"Karakteristik Mataraman ini sangat khas dengan corak yang halus, santun, dan kaya akan tata krama," lanjut Bambang menjelaskan alasan mendasar di balik pemilihan tema tersebut.
Sepanjang rute parade, antusiasme masyarakat tampak membuncah menyaksikan beragam atraksi, busana adat, hingga ragam seni yang ditampilkan oleh rombongan sekolah tersebut.
"SMP Negeri 2 Tanjunganom terpantau termasuk peserta terbanyak dengan menampilkan berbagai corak dan ragam budaya, seni, hingga simbol politik sejarah," ujar salah satu panitia PHBN Kecamatan Tanjunganom.
Kehadiran ratusan siswa SMPN 2 Tanjunganom ini sukses menjadi daya tarik utama dan memperkuat komitmen pelestarian budaya lokal di tengah perayaan kemerdekaan.
Editor : SRTVRedaksi