Gali Potensi Desa, Mas Handy Ajak Warga Ngetos Bentengi Diri dengan Kearifan Lokal

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro saat sesi diskusi dalam agenda Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di WLK Ngetos (Istimewa/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Kawasan Wisata Lumban Kweden (WLK), Desa Kweden, Kecamatan Ngetos, mendadak ramai dipadati ratusan warga.

Lebih dari 500 peserta dari unsur Forkopimda, Forkopimcam, perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga pemuda berkumpul untuk mengikuti Sosialisasi Wawasan Kebangsaan.

Kegiatan bertajuk "Menguatkan Wawasan Kebangsaan yang Didasari Kearifan Lokal Budaya dan Potensi Kemandirian Desa" ini dihadiri Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro.

"Indonesia akan tetap kuat apabila masyarakat di tingkat desa memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi, menjaga persatuan, menghormati keberagaman, dan terus melestarikan budaya yang diwariskan para leluhur." Ujar Mas Handy sapaan akrab Wabup, Selasa (14/7/2026)

Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro saat sesi diskusi dalam agenda Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di WLK Ngetos (Istimewa/SRTV)

"Kearifan lokal adalah identitas bangsa yang harus kita rawat bersama sebagai benteng menghadapi berbagai pengaruh negatif di era globalisasi," tambah Mas Handy

Mas Handy menyampaikan bahwa arah pembangunan Kabupaten Nganjuk ke depan tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik belaka. 

Menurunya, pembangunan karakter dan mental masyarakat yang berasaskan nilai-nilai kebangsaan jauh lebih krusial demi menjaga keberlanjutan daerah.

Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro saat sesi diskusi dalam agenda Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di WLK Ngetos (Istimewa/SRTV)

"Kemandirian desa merupakan salah satu kunci kemajuan Kabupaten Nganjuk. Ketika potensi desa mampu dikelola dengan baik, masyarakat semakin sejahtera, ekonomi tumbuh, budaya tetap lestari, dan semangat kebangsaan akan semakin kokoh." Tandasnya 

"Karena itu, mari kita jadikan desa sebagai pusat lahirnya inovasi, kebersamaan, dan pembangunan yang berkelanjutan," imbuhnya.

Di akhir acara, sosialisasi ini berhasil membuka ruang diskusi dan kesadaran baru bagi warga Ngetos. Kekayaan budaya seperti gotong royong, musyawarah, dan kepedulian lingkungan disepakati bukan sekadar tradisi kuno, melainkan aset strategis untuk membawa Nganjuk menjadi kabupaten yang mandiri, maju, dan tetap berakar pada budayanya sendiri.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru