NGANJUK, SRTV.CO.ID – Momentum tradisi tahunan Nyadran atau Bersih Dusun di Desa Putukrejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk tahun ini terasa jauh lebih meriah dari biasanya.
Ribuan warga tampak memadati lapangan desa setempat untuk menyaksikan rangkaian perayaan adat budaya yang sarat akan nilai-nilai luhur spiritual dan kebersamaan.
"Ini adalah nazar saya. Jika diberikan kesehatan, kemapanan, dan rezeki yang berkah, saya akan support wayangan pada saat Nyadran di desa Putukrejo," ujar H. Jumadi, salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Nganjuk.
Pagelaran budaya yang berlangsung pada Senin (13/07/2026) malam tersebut menghadirkan dalang kondang Ki Anom Dwijokangko.
Bertempat di lapangan desa Putukrejo, sang dalang dengan apik membawakan lakon filosofis "Banjaran Kumbokarno".
Suasana panggung pun semakin semarak dengan kehadiran pelawak legendaris Gareng yang berkolaborasi dengan sinden cilik berbakat, Kimora, sukses menghibur warga hingga larut malam.
"Lebih dari sekadar pemenuhan janji pribadi, momentum ini menjadi wadah untuk merajut kembali tali silaturahmi antar warga," tegas H. Jumadi mengenai esensi kebersamaan di balik acara ini.
Melalui semangat gotong royong ini, H. Jumadi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu demi mewujudkan visi besar desa ke depan.
Lakon Banjaran Kumbokarno sendiri dipilih karena menyimpan filosofi kepemimpinan yang mendalam.
Mengisahkan perjalanan hidup Kumbokarno, adik dari Raja Alengka, tokoh berwujud raksasa ini dikenal sebagai sosok ksatria sejati yang sangat mencintai tanah air dan memiliki jiwa patriotik yang tinggi.
"Pemilihan lakon Banjaran Kumbokarno merupakan atas dasar kesepakatan panitia. Kami berterima kasih pada warga masyarakat Putukrejo atas terselenggaranya wayangan ini. Tak lupa terimakasih juga pada Pak Haji Jumadi yang mendukung penuh hingga suksesnya agenda Nyadran di Desa Putukrejo," ucap perwakilan Tim Panitia di lokasi.
Acara bersih dusun ini pun berjalan dengan tertib dan khidmat, sekaligus menjadi penanda kuatnya komitmen warga Loceret dalam melestarikan warisan leluhur di tengah era modernisasi.
Editor : SRTVRedaksi