Sepakat Berdamai, Kasus Dua Pelajar yang Tepergok di Toilet Stadion Anjuk Ladang Nganjuk Tak Berlanjut ke Ranah Hukum

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Ilustrasi Petugas kepolisian saat memberikan pembinaan kepada pelajar dan pengarahan kedua orang tua Kasus dua pelajar SMP yang tepergok di toilet Stadion Anjuk Ladang Nganjuk (SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID - Kasus dua pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang sempat menghebohkan media sosial setelah tepergok berduaan di dalam toilet belakang Stadion Anjuk Ladang, Kabupaten Nganjuk, akhirnya menemui titik terang. Pihak kepolisian telah memanggil orangtua dari kedua belah pihak untuk menyelesaikan persoalan ini.

Kapolsek Nganjuk Kota, Kompol Jumari, membenarkan adanya pemanggilan tersebut. Penanganan awal dilakukan oleh pihak kepolisian dengan memediasi kedua orangtua pelajar yang bersangkutan.

"Benar, dua pelajar SMP. Laki-laki dan perempuan. Penanganan awal pada kami. Orangtua kedua pelajar itu sudah kami panggil," jelas Jumari saat dikonfirmasi, Senin (13/7/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan klarifikasi, kedua pelajar tersebut memang berada di dalam toilet yang sama. Meski demikian, saat diinterogasi oleh sejumlah pemuda yang mendatangi lokasi, mereka mengaku belum sempat melakukan tindakan yang melanggar asusila.

Setelah melalui proses mediasi di Mapolsek Nganjuk Kota, kedua orangtua sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan. Polisi memastikan kasus ini ditutup dan tidak masuk ke ranah hukum.

"Hasilnya, persoalan ini tidak berlanjut ke ranah hukum. Sesuai kesepakatan orangtua dari kedua pelajar itu," tegas Jumari.

Walaupun proses hukum tidak berjalan, Kompol Jumari menekankan bahwa pihak kepolisian tidak akan lepas tangan begitu saja.

Polisi akan tetap memantau perkembangan kedua pelajar tersebut agar kesepakatan yang telah dibuat oleh orangtua benar-benar dipatuhi.

Langkah ini diambil sebagai bentuk pembinaan. Kepolisian berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran berharga, baik bagi kedua remaja tersebut maupun bagi generasi muda lainnya di Kabupaten Nganjuk.

"Terpenting lagi agar mereka tidak mengulangi lagi. Juga sebagai pengingat kepada para pelajar lainnya, agar tidak mencontoh," tandas Jumari.

Sebelumnya, jagat maya dihebohkan dengan beredarnya video amatir yang memperlihatkan aksi penggerebekan oleh warga.

Dalam video tersebut, sejumlah pemuda memaksa membuka pintu toilet berwarna cream di area belakang stadion.

Setelah terbuka, ditemukan seorang anak laki-laki berkaus oranye dan seorang anak perempuan berhijab hitam di dalamnya.

Saat diinterogasi warga, anak laki-laki tersebut sempat berdalih bahwa dirinya terpaksa masuk ke toilet karena sedang mengidap sakit perut dan kebelet buang air besar.

Sementara sang anak perempuan hanya bisa terdiam dengan wajah pucat sebelum akhirnya keduanya diamankan ke kantor polisi terdekat.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru