NGANJUK, SRTV.CO.ID – Jagat maya dihebohkan dengan beredarnya video penggerebekan sepasang pelajar yang nekat berduaan di dalam toilet umum di area belakang Stadion Anjuk Ladang, Kabupaten Nganjuk. Aksi penggerebekan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda setempat ini pun mendadak viral di berbagai platform media sosial.
Dalam video yang beredar, tampak ketegangan terjadi saat warga mengepung sebuah toilet umum dengan pintu berwarna krem. Mereka memaksa agar pintu tersebut segera dibuka karena mencurigai ada aktivitas tak wajar di dalamnya.
"Buka. Bukaen. Lah. Kowe nyapo (Buka. Bukain. Lah, kamu ngapain?)" tanya para pemuda dengan nada tinggi, menuntut penjelasan dari dalam toilet, Senin (13/7/2026).
Setelah didesak beberapa saat, pintu toilet akhirnya terbuka dan mengejutkan warga. Di dalam ruangan sempit tersebut, didapati seorang anak laki-laki mengenakan kaus berwarna oranye dan seorang anak perempuan berhijab hitam.
Warga yang geram langsung mengarak keduanya keluar untuk dimintai keterangan. Namun, si remaja laki-laki berkilah bahwa keberadaan mereka di sana murni karena alasan darurat medis.
"Lha aku pengen ngising eh mas (Saya kebelet buang air besar, mas)," jawab anak laki-laki tersebut membela diri saat diinterogasi warga di lokasi kejadian.
Sementara itu, sang anak perempuan yang mengenakan hijab dan celana panjang hanya bisa terduduk lemas dengan wajah pucat pasi.
Ia tampak syok dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun saat rekan prianya dicecar berbagai pertanyaan oleh massa yang menyemut.
Karena kesal dengan alasan yang dinilai tidak masuk akal, warga pun berencana menyerahkan kedua sejoli ini ke pihak berwajib.
"Ayo digowo nang kantor polisi ae. Ayo melu aku. (Ayo dibawa ke kantor polisi saja. Ayo ikut kita)," timpal para pemuda yang mengamankan kedua pelajar tersebut.
Langkah tegas warga akhirnya benar-benar membawa kedua pelajar tersebut ke Mapolsek Nganjuk Kota untuk menghindari amuk massa yang lebih besar.
Pihak kepolisian pun membenarkan adanya pelimpahan kasus kenakalan remaja yang sempat memicu kehebohan di kawasan stadion tersebut.
"Benar, dua pelajar SMP. Laki-laki dan perempuan. Penanganan awal pada kami. Orangtua kedua pelajar itu sudah kami panggil," jelas Kapolsek Nganjuk Kota, Kompol Jumari, saat dikonfirmasi mengenai insiden viral ini.
Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi memastikan bahwa kedua remaja tersebut memang berada di dalam satu bilik toilet yang sama.
Meski demikian, dari hasil interogasi intensif, keduanya mengaku belum sempat melakukan tindakan asusila lebih jauh karena telanjur tepergok oleh warga yang curiga.
Editor : SRTVRedaksi