Lahan Tebu di Lengkong Mendadak Diamuk Si Jago Merah, Kerugian Capai Jutaan Rupiah

Reporter : Boniman
Anggota Siaga 1 Pos Bantu Damkarmat Lengkong berjibaku melakukan proses pemadaman dan pendinginan lahan tebu di Desa Logawe, Lengkong. (Mr Boni/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO ID – Kebakaran melanda sebuah lahan tebu milik warga di Desa Logawe, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk pada Rabu siang (8/7/2026). 

Peristiwa yang terjadi di tengah cuaca cerah ini sempat membuat warga sekitar panik lantaran kobaran api dengan cepat membesar dan meluas.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk, Imam Ashari, menjelaskan bahwa peristiwa ini pertama kali diketahui oleh sang pemilik lahan sendiri yang hendak mengecek kondisi tanamannya.

"Kronologi bermula ketika pemilik ingin melihat lahan tebu, ternyata sudah ada api dan sudah membesar. Kemudian berteriak minta tolong," ujar Imam Ashari saat dikonfirmasi mengenai awal mula kejadian.

Mendengar teriakan korban, warga sekitar langsung berhamburan menuju lokasi. Sadar bahwa api sulit dikendalikan dengan alat seadanya, salah seorang warga langsung berinisiatif menghubungi petugas pemadam kebakaran terdekat yang sedang bersiaga.

Mendapat laporan darurat tersebut, Tim Siaga 1 dari Pos Bantu Damkarmat Lengkong langsung bergerak cepat ke titik lokasi guna melokalisir perambatan api.

"Laporan masuk pukul 13:43 WIB, dan petugas tiba di lokasi sepuluh menit kemudian pada pukul 13:53 WIB. Anggota segera menganalisa situasi dan melakukan tindakan pemadaman secara intensif," lanjut Imam Ashari memaparkan ritme kerja cepat jajarannya.

Berkat kesigapan petugas gabungan bersama warga setempat, amukan si jago merah akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 15:05 WIB. 

Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang tersembunyi di bawah tumpukan daun tebu kering.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Kendati demikian, pemilik lahan, Sugeng (52), warga asal Desa Kedungmlaten, harus merelakan sebagian tanaman tebunya hangus dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 5.000.000.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya api di lahan tebu tersebut masih dalam proses identifikasi oleh pihak berwenang.

Pihak Damkarmat Nganjuk juga memberikan imbauan kepada korban dan masyarakat sekitar agar lebih waspada, terutama saat beraktivitas di area lahan yang mudah terbakar selama musim kemarau.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru