NGANJUK, SRTV.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) menggelar Bhakti Sosial Pelayanan Keluarga Berencana Medis Operasi Wanita (MOW) dan Medis Operasi Pria (MOP).
Agenda ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tahun 2026 di RSUD Nganjuk pada Sabtu (27/6/2026).
"Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam meningkatkan kualitas keluarga melalui penguatan program pengendalian penduduk dan pelayanan KB yang aman, berkualitas, serta mudah diakses masyarakat." Ujar Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi
Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah mulai dari Bupati Nganjuk, Wakil Bupati Nganjuk, Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, Ketua GOW Kabupaten Nganjuk, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas PPKB, Kepala Dinas Kesehatan, hingga Direktur RSUD Nganjuk. Turut hadir pula para tenaga kesehatan, penyuluh KB, serta kader IMP yang mengawal jalannya pelayanan.
"Berdasarkan data pelaksanaan pelayanan, sebanyak 153 akseptor mengikuti kegiatan bhakti sosial tersebut, terdiri dari 44 akseptor MOW dan 9 akseptor MOP, sementara peserta lainnya mendapatkan pelayanan KB sesuai indikasi medis dan kebutuhan." Ungkapnya
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan ini. Kerja keras para nakes dan kader di lapangan dinilai menjadi kunci utama keberhasilan program kontrasepsi mantap tersebut.
"Terima kasih kepada seluruh penyuluh KB, para kader, tenaga kesehatan, dan RSUD Nganjuk yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Semangat yang ditunjukkan luar biasa dalam mendukung keberhasilan program keluarga berencana di Kabupaten Nganjuk," ujar Kang Marhaen sapaan akrabnya.
Menurut Kang Marhaen, pelayanan MOW dan MOP merupakan langkah krusial dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus mengendalikan pertumbuhan penduduk secara berkelanjutan demi masa depan Nganjuk yang lebih sejahtera.
"Kalau memungkinkan, pelayanan seperti ini bisa dilaksanakan setiap dua atau tiga bulan sekali. Prioritasnya diberikan kepada keluarga yang memiliki risiko tinggi maupun jumlah anak yang sudah banyak, tentunya tetap berdasarkan kesadaran dan keinginan masyarakat untuk mengikuti program KB," tegasnya.
Ia juga menginstruksikan para penyuluh KB untuk terus aktif melakukan pendataan secara langsung di lapangan agar edukasi perencanaan keluarga bisa menyasar ke lapisan masyarakat yang paling membutuhkan.
"Terus turun ke lapangan untuk mengidentifikasi keluarga yang membutuhkan pelayanan. Dengan perencanaan keluarga yang baik, berbagai risiko seperti persoalan gizi, kesehatan ibu dan anak, maupun beban ekonomi keluarga dapat minimalkan," imbuh Bupati.
Sebagai penutup rangkaian acara, dilakukan pula penyerahan Pengganti Tidak Bekerja (Reward) secara simbolis kepada perwakilan calon akseptor KB.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi nyata dari Pemkab Nganjuk atas partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan pondasi keluarga yang sehat menuju Indonesia Emas 2045
Editor : SRTVRedaksi