BLITAR, SRTV.CO.ID – Peristiwa memilukan yang menimpa rombongan outing class salah satu pondok pesantren asal Kediri di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, memasuki babak baru.
Hingga Sabtu (13/6/2026), tim SAR gabungan terus berjuang melawan waktu demi menemukan Hr (9), santriwati yang dilaporkan hilang terseret ombak sejak Kamis lalu.
Memasuki hari ketiga ini, strategi pencarian mulai diubah demi memaksimalkan hasil. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, serta nelayan setempat kini membagi personel menjadi dua kelompok besar untuk menyisir jalur darat dan laut. Radius penyisiran pun diperluas secara signifikan dari titik awal kejadian.
"Metode pencarian dilakukan dengan memperluas radius penyisiran lebih jauh lagi. Jika sebelumnya hanya 3 kilometer dari lokasi kejadian, kini sampai 5 kilometer ke arah timur dan 5 kilometer ke arah barat dari lokasi awal korban terseret ombak," ungkap Kapolsek Bakung, AKP Purnomo.
Penyisiran lewat jalur laut sendiri sangat bergantung pada dinamika alam. Jika kondisi cuaca mendukung dan gelombang laut bersahabat, tim akan langsung bergerak menggunakan perahu karet yang dibantu oleh perahu-perahu milik nelayan lokal.
AKP Purnomo, menegaskan bahwa komitmen seluruh unsur yang terlibat tidak akan surut sebelum korban berhasil ditemukan. Meski medan dan cuaca di pantai selatan terkenal ekstrem, sinergi antar-lembaga dan masyarakat tetap berjalan solid.
"Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar tim gabungan diberikan keselamatan, kemudahan, dan kelancaran dalam pelaksanaan pencarian,” ujar AKP Purnomo saat memberikan keterangan resmi mengenai fokus keselamatan personel di lokasi.
Tragedi ini bermula ketika rombongan yang terdiri dari 10 santri dan didampingi seorang ustadzah tiba di Pantai Pangi pada Kamis pagi pukul 10.30 WIB.
Terpikat oleh keindahan pantai ikonik tersebut, beberapa santri asyik bercengkerama di area tebing pantai sebelum akhirnya ombak besar datang menghantam.
Tiga santri sempat tergulung ombak, di antaranya AZ (11) dan AM (10) yang berhasil menyelamatkan diri ke tepi pantai berkat aksi sigap warga serta nelayan sekitar.
Sayangnya, korban Hr (9) langsung amblas terbawa arus dan hingga kini keberadaannya masih misterius, sementara dua rekannya yang selamat kini tengah mendapatkan perawatan medis di puskesmas setempat.
Editor : SRTVRedaksi