BRImo Tembus 210 Ribu Pengguna di Blitar, BRI Ingatkan Nasabah Waspada Cybercrime

Reporter : Abdul Aziz Wahyudi
Tampilan layar aplikasi BRImo, di Blitar telah digunakan lebih dari 210 ribu nasabah, BRI ingatkan selalu waspada terhadap modus penipuan siber. (Aziz, SRTV)

BLITAR, SRTV.CO.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Kantor Cabang Blitar terus tancap gas mendorong transformasi digital dan literasi keuangan di masyarakat. Lewat super apps BRImo.

Bank pelat merah ini sukses menghadirkan kemudahan transaksi perbankan harian dalam satu genggaman. Pemanfaatan aplikasi ini pun menunjukkan tren yang sangat positif di wilayah Blitar.

Merespons pertumbuhan tersebut, Pemimpin BRI Blitar, Yudika Hanafi, menegaskan bahwa kehadiran BRImo merupakan solusi nyata bagi masyarakat modern yang membutuhkan layanan serba cepat.

"BRImo merupakan wujud komitmen BRI dalam menghadirkan layanan perbankan digital yang mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Melalui BRImo, nasabah dapat memenuhi berbagai kebutuhan transaksi keuangan hanya melalui satu aplikasi," ujar Yudika Hanafi, Minggu (31/5/2026).

Hingga periode April 2026, jumlah pengguna aktif BRImo di wilayah kerja BRI Blitar tercatat telah menembus angka 210.496 pengguna. 

Melalui aplikasi ini, ratusan ribu nasabah tersebut dapat menikmati berbagai fitur andalan, mulai dari transfer antar-rekening, pembayaran tagihan, pembelian pulsa, transaksi menggunakan QRIS, top up dompet digital, investasi, hingga pembukaan rekening baru secara online.

Tampilan layar aplikasi BRImo, di Blitar telah digunakan lebih dari 210 ribu nasabah, BRI ingatkan selalu waspada terhadap modus penipuan siber. (Aziz, SRTV)

Namun, di balik melesatnya adopsi teknologi ini, BRI tidak tinggal diam dalam membentengi keamanan nasabahnya. Yudika mengingatkan bahwa kemudahan digital wajib berjalan beriringan dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi dari masyarakat.

"Kemudahan transaksi digital harus diimbangi dengan peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus kejahatan siber. Oleh karena itu, kami terus mengingatkan nasabah untuk menjaga kerahasiaan data perbankan dan hanya menggunakan saluran resmi BRI," tambah Yudika Hanafi.

Sebagai langkah preventif, BRI mengimbau keras agar masyarakat tidak pernah memberikan informasi rahasia seperti username, password, PIN, maupun kode OTP kepada pihak mana pun termasuk oknum yang mengaku-ngaku sebagai petugas BRI. 

Nasabah juga diminta cerdas untuk tidak asal mengeklik tautan (link) mencurigakan atau mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak resmi.

Pihak bank menegaskan bahwa BRI tidak pernah meminta data sensitif perbankan melalui saluran telepon, pesan singkat, media sosial, ataupun aplikasi percakapan.

"Kami mengajak masyarakat untuk semakin cerdas dalam memanfaatkan layanan digital. Dengan penggunaan BRImo yang bijak dan aman, masyarakat dapat menikmati kemudahan transaksi sekaligus terlindungi dari berbagai potensi kejahatan digital," tutur Yudika.

Ke depan, BRI berkomitmen untuk terus melahirkan inovasi digital yang tidak hanya mudah dan praktis digunakan, tetapi juga memiliki sistem keamanan yang kokoh demi mendukung percepatan inklusi keuangan di seluruh pelosok Indonesia.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru