JEMBER, SRTV.CO.ID - Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kembali diraih Pemerintah Kabupaten Jember menjadi suntikan semangat untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan dan pengelolaan anggaran daerah.
Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan bahwa penghargaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tersebut harus dimaknai sebagai tanggung jawab, bukan sekadar pencapaian administratif.
Baca juga: Hari Kedua Pencarian Dua Saudara Hilang di Payangan Belum Membuahkan Hasil
“WTP ini bukan tujuan akhir. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengelola APBD secara maksimal demi kepentingan masyarakat,” ujar Gus Fawait.
Ia menjelaskan, opini WTP menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan daerah telah memenuhi prinsip transparansi dan akuntabilitas sesuai ketentuan yang berlaku.
“WTP merupakan indikator bahwa tata kelola keuangan daerah berjalan dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Menurutnya, capaian tersebut terasa lebih berarti karena Jember pernah mengalami masa sulit dalam urusan pengelolaan laporan keuangan daerah.
Baca juga: Persid Jember Pesta Gol di Laga Perdana, Golden FC Merauke Tumbang 4-0
“Beberapa tahun lalu Jember sempat memperoleh WDP. Bahkan sebelum 2022, kita pernah berada pada posisi disclaimer,” ungkapnya.
Kini, lanjut Gus Fawait, kondisi tersebut berhasil diperbaiki. Ia menyebut berbagai pembenahan yang dilakukan pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil positif.
Selain mempertahankan WTP, Jember juga mencatat perkembangan ekonomi yang dinilai cukup menggembirakan dibanding sejumlah daerah lain di kawasan Tapal Kuda.
Baca juga: Akhir Pekan Ramai, Lebih dari 20 Ribu Penumpang Padati Stasiun Daop 9 Jember
“Keberhasilan pembangunan harus dilihat dari data yang objektif, termasuk indikator ekonomi dan statistik yang dirilis secara resmi,” tegasnya.
Gus Fawait berharap pengelolaan APBD yang semakin baik dapat mempercepat penanganan kemiskinan, memperkuat pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Jember.
Editor : SRTVRedaksi