Soroti Menjamurnya Tambak Udang di Pesisir Selatan, Bupati Jember Gus Fawait: Kita Tanyakan Izinnya

Reporter : Angga Juli
Bupati Jember Gus Fawait saat cek lokasi (Angga Juli)

JEMBER,SRTV.CO.ID – Bupati Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait menyoroti maraknya tambak udang vaname yang berdiri di sepanjang kawasan pesisir selatan Kabupaten Jember. 

Kondisi tersebut diketahui setelah dirinya meninjau langsung potensi wilayah pantai selatan yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah tersebut.

Baca juga: Hari Kedua Pencarian Dua Saudara Hilang di Payangan Belum Membuahkan Hasil

Menurut Gus Fawait, kawasan pesisir selatan Jember memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan strategis yang mampu mendongkrak perekonomian masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan. 

Apalagi, pemerintah pusat disebut bakal kembali melanjutkan proyek pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang selama ini sempat terhenti di sejumlah titik akibat berbagai kendala teknis.

Ia mengungkapkan, komunikasi intensif dengan pemerintah pusat telah membuahkan hasil positif terkait kelanjutan proyek tersebut. Pemerintah, kata dia, menargetkan pembangunan JLS mulai dikerjakan kembali pada 2026 dan diproyeksikan selesai pada awal 2029.

“JLS ini salah satu daya ungkit ekonomi kita, karena berada di sepanjang garis pantai selatan Jember dan ini potensi yang luar biasa jika dimaksimalkan,” ujar Gus Fawait saat dikonfirmasi pada Kamis, 28 Mei 2026.

Namun demikian, orang nomor satu di Jember itu mengaku terkejut setelah mendapati banyak tambak udang vaname berdiri tepat di bibir pantai selatan. Tambak-tambak tersebut diketahui tersebar mulai dari wilayah Kecamatan Kencong, Gumukmas hingga Puger.

“Saya justru kaget, ternyata di sepanjang garis pantai mulai dari Kecamatan Kencong, Gumukmas hingga Puger banyak berdiri tambak udang,” katanya.

Baca juga: Persid Jember Pesta Gol di Laga Perdana, Golden FC Merauke Tumbang 4-0

Gus Fawait menilai kondisi tersebut menjadi ironi di tengah harapan pemerintah menjadikan kawasan pesisir selatan sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat. Sebab, meskipun aktivitas usaha tambak terus berkembang, masyarakat di wilayah sekitar justru masih masuk kategori kantong kemiskinan.

Ia menyebut, seharusnya geliat ekonomi dari sektor budidaya udang dapat memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan warga pesisir. Namun fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang berbeda.

“Namun ini berbeda, di sini ada tambak tetapi malah masyarakat di wilayah pesisir ini masuk dalam peta kantong kemiskinan,” ucapnya.

Karena itu, Gus Fawait menduga sebagian tambak udang yang berdiri di kawasan pesisir tersebut berpotensi belum mengantongi izin resmi. Dugaan itu muncul lantaran minimnya kontribusi ekonomi yang dirasakan masyarakat sekitar.

Baca juga: Gus Fawait Sebut WTP Bukan Tujuan Akhir, Pemkab Jember Diminta Terus Tingkatkan Kinerja

“Ya tidak ada kontribusi ekonomi ke masyarakat, jadi kemungkinan mereka (pengusaha tambak udang) tidak memiliki izin pendirian,” lanjutnya.

Pemerintah Kabupaten Jember pun memastikan akan melakukan pendalaman terkait legalitas dan perizinan tambak udang di kawasan pantai selatan. Pemkab juga telah membentuk tim gabungan untuk melakukan penelusuran lebih lanjut.

“Ini pasti kita perdalam, termasuk kita sudah ada tim gabungan. Nantinya akan kita masukkan materi terkait dengan tambak udang ini, agar semuanya menjadi jelas,” tutup Gus Fawait.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru