Viral Ngaku Jadi Korban Begal, Pemuda Jenggawah Jember Ternyata Rekayasa Cerita karena Desakan Ekonomi

Reporter : Abdus Syakur
Warga setempat saat memadati lokasi kejadian. (Syakur)

JEMBER, SRTV.CO.ID - Kabupaten Jember kembali digegerkan kabar begal viral di media sosial. Namun setelah diselidiki polisi, cerita itu ternyata hanya rekayasa seorang pemuda asal Kecamatan Jenggawah.

Pemuda berinisial MF (21) sebelumnya mengaku dibegal di Dusun Pondok Labu, Desa Klompangan, Kecamatan Ajung, Senin (25/5) malam.

Baca juga: Hari Kedua Pencarian Dua Saudara Hilang di Payangan Belum Membuahkan Hasil

Usai mengaku jadi korban, MF mengunggah video kondisi dirinya ke media sosial. Unggahan itu cepat menyebar dan memicu kekhawatiran warga.

Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember, Andry Yunni Prasetiyo, mengatakan polisi langsung bergerak mengecek laporan tersebut.

“Kita menginterogasi yang bersangkutan. Tujuannya kita, awalnya untuk mengejar pelaku,” ujar Andry, Rabu (27/5/2026).

Namun saat pemeriksaan berlangsung, polisi menemukan sejumlah keterangan yang dinilai tidak masuk akal dan saling bertentangan.

“Ternyata dari keterangan kok sepertinya tidak masuk akal,” katanya.

Baca juga: Persid Jember Pesta Gol di Laga Perdana, Golden FC Merauke Tumbang 4-0

MF diketahui sempat membuat laporan resmi ke Polsek Ajung. Polisi kemudian mendalami pengakuan tersebut hingga akhirnya menemukan fakta berbeda.

“Ternyata setelah kita dalami, didapati fakta bahwa yang bersangkutan membuat laporan palsu atau informasi yang tidak benar,” ungkap Andry.

Dari hasil pemeriksaan, MF mengaku nekat membuat cerita pembegalan karena terdesak persoalan ekonomi keluarga dan tidak memiliki pekerjaan.

“Yang bersangkutan membuat cerita bohong karena tuntutan ekonomi,” ujarnya.

Baca juga: Gus Fawait Sebut WTP Bukan Tujuan Akhir, Pemkab Jember Diminta Terus Tingkatkan Kinerja

Polisi juga menemukan kerusakan pada helm dan pakaian korban ternyata dibuat sendiri untuk mendukung cerita palsunya.

“Bekas di helm dan robekan baju dibuat sendiri agar seolah-olah terjadi pembegalan,” tegas Andry.

Saat ini MF masih diamankan polisi untuk menjalani pemeriksaan lanjutan terkait laporan palsu yang dibuatnya.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru