Pemkab Jember Pastikan Hewan Kurban Sehat Jelang Idul Adha 2026, PMK Nihil dan Harga Pangan Stabil

Reporter : Angga Juli
Bupati Jember Gus Fawait saat dikonfirmasi (Angga Juli)

JEMBER,SRTV.CO.ID -  Bupati Muhammad Fawait memastikan kondisi hewan kurban di wilayah Kabupaten Jember dalam keadaan sehat menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. 

Pemerintah daerah juga mengklaim belum menemukan indikasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hingga saat ini.

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban disebut telah dilakukan selama sepekan terakhir oleh jajaran Dinas Peternakan Jember. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang akan membeli maupun menyembelih hewan kurban saat Idul Adha.

Bupati Jember yang akrab disapa Gus Fawait mengatakan, pengawasan kesehatan ternak dilakukan secara menyeluruh, mulai dari lapak penjualan hingga pengawasan lalu lintas hewan dari luar daerah.

“Pemeriksaan oleh Dinas Peternakan sudah dilakukan, maka kami menjamin kondisi hewan kurban semuanya baik dan kami belum menerima adanya penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK),” ujar Gus Fawait saat dikonfirmasi, Selasa, 26 Mei 2026.

Menurutnya, pengawasan terhadap distribusi ternak juga menjadi fokus pemerintah daerah guna mencegah masuknya hewan yang berpotensi membawa penyakit. Dengan pengendalian tersebut, Pemkab Jember ingin memastikan seluruh hewan kurban yang beredar memenuhi standar kesehatan.

Selain memastikan keamanan hewan kurban, Pemkab Jember juga menilai momentum Idul Adha turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Aktivitas jual beli hewan kurban disebut mampu menggerakkan ekonomi hingga ke tingkat pedesaan.

Gus Fawait menuturkan, perayaan Idul Adha tidak hanya memiliki makna ibadah dan spiritualitas semata, tetapi juga membawa efek ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat.

“Jadi momen Idul Adha bukan hanya soal spiritualitas saja, melainkan juga berdampak pada sektor ekonomi,” katanya.

Ia menjelaskan, dampak ekonomi tersebut dirasakan oleh berbagai kalangan, mulai dari peternak, pedagang hewan kurban, hingga sektor jasa transportasi yang ikut terlibat dalam distribusi ternak.

“Perputaran modal pun dirasakan, baik dari penjual atau peternak ke pembelinya. Tidak luput juga dari jasa transportasinya sehingga perputaran ekonomi sangat terasa sekali,” jelasnya.

Di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Idul Adha, Gus Fawait juga menyoroti kondisi harga kebutuhan pokok yang dinilai masih terkendali. Meski terdapat kenaikan pada sejumlah komoditas tertentu, namun secara umum harga pangan disebut tetap stabil.

“Saat ini harga kebutuhan pokok di peak season masih sangat stabil, walaupun ada beberapa komoditas yang ada lonjakan harga,” terangnya.

Ia menambahkan, stabilitas harga tersebut tidak lepas dari upaya berbagai pihak dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Kebijakan pemerintah, kata dia, masih efektif dalam mengendalikan pasokan dan kebutuhan masyarakat selama periode hari besar keagamaan.

“Kebijakan pemerintah sudah dirasakan, padahal biasanya di peak season seperti Idul Adha ini harga kebutuhan pokok melambung. Tetapi kini masih dalam kondisi aman,” tuturnya.

Dengan kondisi tersebut, Pemkab Jember berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah menjelang Idul Adha, termasuk puasa Arafah, dengan lebih tenang dan nyaman tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga maupun kesehatan hewan kurban.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru