DKPPP Jember Periksa 32 Lapak Hewan Kurban, Pastikan Sapi dan Kambing Sehat Jelang Idul Adha 2026

Reporter : Angga Juli
Pemeriksaan hewan kurban di Jember (Angga Juli)

JEMBER,SRTV.CO.ID - Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Jember terus menggencarkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah lapak penjualan menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. 

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hewan ternak yang dijual kepada masyarakat berada dalam kondisi sehat, layak konsumsi, dan memenuhi syariat kurban.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) DKPPP Jember, Henry Kurniawan Mulyodiputro mengatakan pemeriksaan hewan kurban sudah dimulai sejak sepekan terakhir dengan menyasar sejumlah titik penjualan di berbagai wilayah Kabupaten Jember.

“Kami melakukan survei ke beberapa wilayah untuk memastikan apakah terdapat lapak-lapak baru yang menjual hewan kurban,” ujar Henry saat dikonfirmasi, Jumat, 22 Mei 2026.

Menurutnya, hingga kini petugas telah melakukan pemeriksaan terhadap 32 lapak penjualan hewan kurban yang menjajakan sapi, kambing, maupun domba. Dari hasil pemeriksaan sementara, belum ditemukan adanya hewan yang sakit ataupun terindikasi terpapar penyakit menular.

“Sebanyak 32 lapak sudah kami periksa, mulai dari penjualan kambing, sapi hingga domba. Sampai saat ini hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh hewan dalam kondisi baik,” katanya.

Henry menjelaskan, pemeriksaan yang dilakukan tidak hanya menyasar kondisi fisik hewan, tetapi juga meliputi pengecekan usia hewan kurban serta kebersihan kandang penampungan. Petugas lapangan membawa sejumlah peralatan medis untuk memastikan kesehatan ternak secara menyeluruh.

“Seluruh hewan diperiksa menggunakan alat kesehatan yang kami bawa. Kami mengecek suhu tubuh hewan dan memastikan usianya sudah memenuhi syarat, termasuk melihat apakah gigi susu sudah tanggal atau poel,” paparnya.

Meski demikian, pihaknya masih menemukan beberapa hewan kurban yang belum memenuhi syarat usia karena belum mengalami pergantian gigi susu atau belum poel.

“Masih ada beberapa hewan kurban yang setelah diperiksa ternyata belum poel,” ungkapnya.

Selain melakukan pemeriksaan kesehatan, DKPPP Jember juga memberikan edukasi kepada para pedagang hewan kurban agar segera melakukan penanganan apabila ditemukan ternak yang sakit. Langkah isolasi dinilai penting untuk mencegah penyebaran penyakit antarhewan di lokasi penjualan.

“Kami mengingatkan kepada pedagang, jika ada hewan yang sakit maka harus segera dipisahkan atau diisolasi agar tidak menular ke hewan lainnya,” tegas Henry.

Ia menambahkan, pemeriksaan rutin tersebut menjadi bentuk jaminan pemerintah daerah kepada masyarakat agar hewan kurban yang dibeli benar-benar sehat dan aman.

Menurut Henry, upaya pemeriksaan ini diharapkan mampu mengurangi kekhawatiran masyarakat saat membeli hewan kurban menjelang Idul Adha.

“Pemeriksaan ini dilakukan untuk meminimalisir kekhawatiran masyarakat yang akan membeli hewan kurban,” pungkasnya.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru