NGANJUK, SRTV.CO.ID – Kabar duka menyelimuti penyelenggaraan ibadah haji tahun ini di Kabupaten Nganjuk. Dua orang calon jemaah haji yang dijadwalkan berangkat ke tanah suci pada Rabu (20/5/2026) ini, dilaporkan meninggal dunia. Kedua jemaah tersebut diketahui berasal dari Kecamatan Sawahan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Nganjuk, Zainal Abidin Hanif Kamaloddin, membenarkan adanya kabar duka tersebut saat dikonfirmasi pada Rabu (20/5/2026).
Menurutnya Beliau kedua jemaah yang meninggal sudah berusia lanjut dan meninggal dalam waktu yang relatif berdekatan.
"Yang meninggal ada dua. Semuanya dari Sawahan. Namanya yang satu Sumiasih, yang kedua Pak Kailani. ya karena sudah sepuh," ujar Zainal Abidin saat memberikan keterangan.
Mengingat kedua almarhum sudah menyelesaikan seluruh proses pendataan dan tinggal menunggu hari keberangkatan, pihak Kemenag memastikan bahwa slot atau porsi haji mereka tidak akan hangus.
Berdasarkan regulasi yang berlaku, porsi tersebut akan dialihkan kepada keluarga yang ditinggalkan.
"Untuk jamaah yang meninggal itu nanti akan dilimpahkan, jadi porsinya itu akan dilimpahkan ke ahli waris," jelasnya mengenai prosedur bagi jemaah yang wafat sebelum berangkat.
Meski demikian, Zainal Abidin menambahkan bahwa para ahli waris dari kedua almarhum tidak bisa langsung berangkat menggantikan tahun ini juga.
Hal ini dikarenakan adanya keterbatasan waktu dalam mengurus seluruh administrasi perpindahan porsi secara sistem.
"Sebetulnya kalau tahun ini bisa, tapi waktunya, karena ini sudah kendala waktu, sehingga nanti insyaallah tahun depan. Proses ini kan harus melalui Siskohat (Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu) dan sebagainya," pungkasnya.
Kedua jemaah tersebut dilaporkan wafat sekitar tiga minggu yang lalu. Saat ini, pihak terkait tengah mempersiapkan koordinasi dengan keluarga agar proses pelimpahan porsi ke ahli waris berjalan lancar untuk musim haji tahun depan.
Editor : SRTVRedaksi