Hanyut 35 Kilometer, Pencari Ikan yang Hilang di Sungai Brantas Ditemukan Meninggal dunia

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Tim SAR gabungan saat mengevakusi jenazah korban yang hanyut sejauh 35 kilometer. (Dok. SAR Surabaya)

TULUNGAGUNG, SRTV.CO.ID — Perjuangan tim SAR gabungan dalam menyisir derasnya Sungai Brantas akhirnya membuahkan hasil di hari kedua. Mustofa (45), warga Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, yang dilaporkan hilang saat mencari ikan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (20/5/2026) pukul 09.30 WIB.

"Jenazah korban ditemukan tim SAR gabungan di lokasi yang berjarak sekitar 35 kilometer dari lokasi awal korban diduga tenggelam,” kata Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., selaku Search Mission Coordinator (SMC).

Jasad korban langsung dievakuasi oleh petugas dari permukaan air menuju daratan. Untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut, pihak berwenang segera melarikan jenazah pria paruh baya tersebut ke RSUD Bhayangkara Kediri.

"Operasi SAR telah dilakukan sejak laporan kejadian diterima, pada Selasa (19/5/2026). Kantor SAR Kelas A Surabaya mengerahkan tim rescue dari Pos SAR Trenggalek untuk bergabung bersama unsur SAR lain melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Brantas,” jelas Nanang mengenai awal mula pergerakan tim.

Tim SAR gabungan saat mengevakusi jenazah korban yang hanyut sejauh 35 kilometer. (Dok. SAR Surabaya)

Dalam operasi tersebut, tim penyelamat membagi kekuatan menjadi dua Unit Penyelamat (SRU) air. Mereka menyisir sisi kanan dan kiri aliran sungai menggunakan perahu karet serta peralatan keselamatan air (water rescue) demi memperluas jangkauan pencarian.

"Upaya pencarian dilakukan secara maksimal, baik melalui jalur air maupun darat, agar korban dapat segera ditemukan,” tegas Nanang menggambarkan keseriusan tim di lapangan.

Selain mengandalkan perahu, tim di air juga melakukan manuver gelombang buatan untuk mengangkat benda-benda yang tersangkut di dasar sungai. 

Di sisi lain, SRU darat bergerak sejajar di sepanjang bantaran sungai seraya meminta warga sekitar untuk segera melapor jika melihat tanda-tanda keberadaan korban.

Tim SAR gabungan saat melalukan pencarian jenazah korban yang hanyut sejauh 35 kilometer. (Dok. SAR Surabaya)

"Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, antara lain tim rescue Pos SAR Trenggalek, BPBD Kabupaten Tulungagung, Polres Tulungagung, Koramil Ngantru, Polsek Ngantru, Damkar, Basarta, warga setempat, serta sejumlah potensi SAR lainnya," pungkas Nanang mengenai sinergi besar dalam pencarian ini.

Tragedi ini bermula ketika Mustofa pamit untuk mencari ikan pada Selasa pagi. Nahas, saat beraktivitas di tepi sungai, korban diduga terpeleset dan langsung tersapu oleh derasnya arus Sungai Brantas yang sedang meluap. 

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru