srtvIndeks
Berita  

Tekan Angka Dispensasi Nikah yang Capai Ratusan Per Tahun, Duta GenRe Nganjuk Turun Tangan Edukasi Remaja

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Fenomena tingginya angka permohonan dispensasi nikah di Kabupaten Nganjuk menjadi perhatian serius berbagai pihak. Tercatat, ratusan remaja di wilayah ini mengajukan dispensasi nikah setiap tahunnya. Merespons kondisi tersebut, para Duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Nganjuk turun tangan langsung memberikan edukasi ke sekolah-sekolah untuk mencegah pernikahan dini.

Tingginya angka pernikahan di bawah umur ini dinilai sangat berisiko karena berpotensi meningkatkan angka putus sekolah. Selain itu, pernikahan dini juga berdampak langsung pada ketidaksiapan mental dan ekonomi para remaja dalam membina rumah tangga.

Sebagai langkah preventif, para finalis Top 10 Pemilihan Duta GenRe Kabupaten Nganjuk 2026 meluncurkan program GenRe Reach Out. Melalui program ini, para finalis ditugaskan untuk menyebarluaskan edukasi mengenai Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Langkah ini sejalan dengan peran strategis Duta GenRe dalam mendorong perencanaan kehidupan berkeluarga yang matang di kalangan remaja.

Salah satu implementasi nyata dari program ini dilaksanakan pada Rabu (18/3/2026) oleh Raisa Arrusyda, salah satu finalis Top 10 Duta GenRe Kabupaten Nganjuk 2026. Raisa menggelar kegiatan sosialisasi yang menyasar para pelajar di SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk.

Dengan bekal kepedulian terhadap masa depan generasi muda, Raisa menekankan pentingnya persiapan sejak dini untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan. Ia meyakini bahwa pemahaman mengenai usia pernikahan yang matang adalah kunci utama untuk membangun keluarga yang sejahtera dan harmonis di masa depan.

Inisiatif edukasi ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi dari pihak sekolah. Kepala SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk, Nurul Fadjariah, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak didiknya.

“Terima kasih kepada finalis Duta GenRe Kabupaten Nganjuk 2026 atas sosialisasi yang telah diberikan kepada siswa kami, sehingga mereka dapat lebih memahami usia pernikahan yang ideal dan merencanakan masa depan dengan lebih baik,” ujar Nurul.

Melalui upaya kolaboratif ini, diharapkan kesadaran remaja di Kabupaten Nganjuk dapat terus meningkat. Para generasi muda didorong untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan serta mampu merencanakan masa depan secara lebih terarah dan matang demi menekan laju fenomena pernikahan dini.

Oleh : Raisa Arrusyda/06/MAN 2 Nganjuk/Top 10 Duta GenRe Kabupaten Nganjuk 2026

Editor : Inna Dewi Fatimah

 

Exit mobile version