Pakar Unej Soroti Anggota DPRD Jember Bermain Game dan Merokok Saat Rapat, Dinilai Cederai Etika Publik

pakar hukum tata negara, Dr Aries Harianto
pakar hukum tata negara, Dr Aries Harianto

JEMBER,SRTV.CO.ID - Universitas Jember melalui pakar hukum tata negara, Dr Aries Harianto, menyoroti perilaku anggota DPRD Jember yang kedapatan bermain game dan merokok saat forum rapat resmi berlangsung. 

Tindakan tersebut dinilai tidak layak dilakukan oleh pejabat publik karena bertentangan dengan etika kelembagaan dan tanggung jawab moral kepada masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Aries pada Rabu (18/5/2026) menyusul viralnya rekaman dan pembahasan publik terkait perilaku sejumlah anggota dewan di ruang rapat resmi.

Menurut Aries, kejadian tersebut harus menjadi peringatan serius bagi institusi politik untuk memperbaiki disiplin internal, profesionalisme, dan kualitas etika pejabat publik dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Kejadian ini menjadi warning bagi Lembaga politik agar mampu memperkuat dan mengutamakan kedisiplinan, profesional dan tanggungjawab moralnya di muka public,” ujarnya.

Ia menjelaskan, forum rapat DPRD bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang resmi yang berkaitan langsung dengan fungsi pelayanan masyarakat serta pengawasan jalannya pemerintahan daerah. Karena itu, seluruh anggota dewan wajib menjaga sikap, fokus terhadap pembahasan, dan menghormati jalannya persidangan.

Menurut Aries, perilaku bermain game maupun merokok saat rapat menunjukkan hilangnya keseriusan seorang pejabat publik dalam menjalankan amanah yang diberikan masyarakat.

“Seharunya pejabat publik berada dalam forum resmi harus bersikap selayaknya tetapi justru merokok dan bermain game, maka sesungguhnya ia sedang melepaskan tanggung jawabnya sendiri. Hadir secara fisik saja tidak cukup apabila tidak disertai penghormatan terhadap forum dan masyarakat yang diwakili,” katanya.

Ia juga menilai kebiasaan merokok di ruang rapat memiliki dampak etik sekaligus sosial karena dilakukan di area publik yang dihadiri banyak peserta. Selain mengganggu kenyamanan, asap rokok dinilai berpotensi memengaruhi kesehatan orang lain yang berada di lokasi rapat.

Sementara itu, aktivitas bermain game ketika agenda pembahasan berlangsung disebut mencerminkan rendahnya konsentrasi serta minimnya penghargaan terhadap materi rapat yang tengah dibahas.

Aries menambahkan, viralnya perilaku anggota dewan tersebut tidak hanya berdampak pada individu yang bersangkutan, tetapi turut memengaruhi citra lembaga legislatif dan partai politik tempat anggota tersebut bernaung.

Di era digital saat ini, kata dia, masyarakat dengan cepat membentuk opini melalui media sosial dan ruang publik digital. Kondisi itu dapat berdampak pada menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap institusi politik apabila tidak segera disikapi secara serius.

“Fenomena seperti ini bukan hanya menyangkut pribadi pelaku, tetapi juga menyentuh marwah lembaga dan partai politiknya,” ucapnya.

Aries menegaskan, kejadian tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele atau semata urusan pribadi anggota dewan. Ia menilai diperlukan langkah tegas dari pimpinan DPRD maupun partai politik agar perilaku serupa tidak berkembang menjadi budaya kerja yang buruk di lingkungan politik.

“Kalau tidak ada ketegasan dari pimpinan lembaga maupun partai politik, perilaku seperti ini dikhawatirkan bisa dianggap biasa dan akhirnya menjadi budaya kerja yang negatif,” tegasnya.

Editor : SRTVRedaksi