NGANJUK, SRTV.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) secara serentak dari Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).
Sebelum ke Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Prabowo terlebih dahulu meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.
Dalam sambutannya di Museum Marsinah, Prabowo menyebut bahwa tanggal 16 Mei merupakan hari ulang tahun kakeknya, Margono Djojohadikusumo.
"Jadi 16 Mei itu kebetulan ulang tahun kakek saya, Pak Margono Djojohadikusumo," ungkap Prabowo.
Menurut Prabowo, kakeknya merupakan sosok yang selalu memperjuangkan koperasi.
"Dan dari dulu, beliau selalu memperjuangan koperasi. Jadi habis ini saya akan ke peresmian koperasi desa dan kelurahan seluruh Indonesia. Kita akan resmikan seribu lebih," ungkap Prabowo.
Kakek Presiden Prabowo bernama Raden Mas Margono Djojohadikusumo yang lahir pada 1894 dan wafat Tahun 1978. Ia adalah seorang bankir dan politikus penting dalam sejarah Indonesia. Juga pendiri sekaligus Presiden Direktur pertama Bank Negara Indonesia (BNI).
Sementara dalam peresmian KDMP di Kertosono, Prabowo mengatakan koperasi menjadi instrumen untuk memperkuat ekonomi desa, agar tidak lagi bergantung pada pihak luar.
Menurutnya, persoalan klasik petani selama ini tidak pernah jauh dari pupuk, permodalan, hingga kesulitan distribusi hasil panen.
"Setiap desa harus punya kekuatan sendiri. Dulu petani punya hasil bagus, tapi tidak ada yang beli karena akses pasar sulit. Sekarang koperasi punya truk sendiri, punya pick-up sendiri. Bisa mengantar hasil panen ke pasar yang diinginkan," ujar Prabowo dalam sambutannya.
Presiden ke-8 RI itu menjelaskan, koperasi desa tidak hanya berfungsi sebagai pusat perdagangan sembako. Tetapi juga menjadi penyalur pupuk subsidi, elpiji, layanan logistik, penyalur bantuan pemerintah, pembelian gabah petani, hingga apotek obat murah untuk masyarakat desa.
Lebih lanjut, Prabowo juga menyoroti skema pembiayaan rakyat melalui koperasi. Ia menyebut pemerintah telah menurunkan bunga pinjaman PNM Mekar dari semula di kisaran 22–24 persen menjadi 8 persen. Kebijakan itu disebutnya untuk mengurangi kesenjangan akses modal antara pelaku usaha besar dan masyarakat kecil di desa.
“Masak, pengusaha besar dapat kredit 9 persen, tapi emak-emak di kampung bunga 24 persen. Itu tidak benar. Kita ubah,” ujarnya.
Prabowo menargetkan pembangunan koperasi terus dikebut. Setelah 1.069 unit diresmikan hari ini, pemerintah membidik minimal 20 ribu hingga 30 ribu unit koperasi beroperasi pada Agustus 2026.
Menurut Prabowo, target tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah mampu menjalankan program berskala besar dalam waktu singkat jika seluruh institusi bekerja bersama. Ia menyebut pembangunan puluhan ribu koperasi dalam setahun sebagai capaian yang sulit ditemukan di negara lain.
“Kalau kita punya kehendak, strategi, dan kerja sama, kita mampu berbuat luar biasa. Kita bukan bangsa lemah, bukan bangsa kalah. Kita bangsa kuat,” tandasnya.
Editor : SRTVRedaksi