Marsinah Tak Pernah Mati, Kang Marhaen : Nyala Keberaniannya Tetap Menuntun Langkah Bangsa

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menyampaikan kebanggaannya atas diresmikannya Museum dan Rumah Singgah Marsinah (Jamal, SRTV)
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menyampaikan kebanggaannya atas diresmikannya Museum dan Rumah Singgah Marsinah (Jamal, SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Nama Marsinah kini tak sekadar menjadi bagian dari sejarah, melainkan menjadi kebanggaan nyata yang hidup di hati seluruh masyarakat Kabupaten Nganjuk. Sosoknya yang gagah berani memperjuangkan hak-hak kaum buruh telah bertransformasi menjadi simbol keteguhan hati dan keberanian bagi generasi penerus. 

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, yang akrab disapa Kang Marhaen, menegaskan bahwa pengorbanan dan perjuangan almarhumah Marsinah telah menjadi sumber inspirasi dan motivasi kuat, mendorong berbagai pihak untuk terus bergerak menuju perubahan dan kehidupan yang lebih baik lagi bagi rakyat banyak.

"Marsinah itu tidak pernah mati. Nyala keberaniannya menuntun bangsa, itu yang menjadi ide," ujar Kang Marhaen dengan nada penuh hormat dan kebanggaan, saat ditemui awak media di sela-sela peresmian Museum dan Rumah Singgah Marsinah, Sabtu (16/5/2026).

Bagi Kang Marhaen, pengukuhan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional bukanlah sebuah gelar kosong, melainkan kado terindah dan penghargaan tertinggi yang diterima oleh seluruh masyarakat Nganjuk. Pengakuan dari negara ini menjadi bukti sahih bahwa apa yang diperjuangkan oleh Marsinah di masa lalu memiliki nilai yang sangat besar dan maknanya terus dirasakan hingga hari ini. 

Sosoknya kini berdiri tegak sejajar dengan para pahlawan bangsa lainnya, menjadi teladan bahwa kebenaran dan keadilan harus selalu diperjuangkan, berapapun risikonya.

"Alhamdulillah sudah ditetapkan menjadi pahlawan nasional. Terus kemudian disini diberikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah," ungkap Kang Marhaen.

Kang Marhaen memandang Museum dan Rumah Singgah yang kini berdiri kokoh di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, itu bukan sekadar bangunan fisik atau tempat penyimpanan barang peninggalan semata. 

Baginya, kompleks bersejarah ini adalah sebuah cinderamata agung, bukti abadi bahwa jasa dan pengorbanan Marsinah tidak pernah dilupakan oleh bangsa ini. 

"Gedung ini didirikan untuk memastikan agar semangat keberanian, kejujuran, dan pembelaan terhadap hak asasi manusia senantiasa terjaga, diketahui, dan diteladani oleh anak cucu di masa mendatang." Tandasnya.

Kang Marhaen menyampaikan apresiasi mendalam dan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berjuang, bekerja keras, dan memberikan dukungan mulai dari proses pengusulan, penetapan gelar, hingga akhirnya terwujudnya peresmian tempat bersejarah ini. 

"Kerja keras bersama inilah yang menjadikan nama Marsinah kini semakin harum namanya, tidak hanya di Nganjuk, tetapi juga di kancah nasional." Pungkasnya.

Editor : SRTVRedaksi