Nganjuk Matangkan Rute & Keamanan, Sambut Presiden Resmikan Museum Marsinah

Rangkaian dokumen lengkap rute perjalanan, rekayasa lalu lintas, rencana kontingensi, hingga data wilayah sebagai bukti kesiapan maksimal menyambut kunjungan Presiden RI di Nganjuk. (SRTV)
Rangkaian dokumen lengkap rute perjalanan, rekayasa lalu lintas, rencana kontingensi, hingga data wilayah sebagai bukti kesiapan maksimal menyambut kunjungan Presiden RI di Nganjuk. (SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Menjelang momen bersejarah peresmian Museum, Rumah Singgah, dan Monumen Pahlawan Nasional Marsinah oleh Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah Kabupaten Nganjuk bersama jajaran kepolisian dan instansi terkait telah menyusun rencana kerja lengkap, terperinci, dan matang. 

Kegiatan besar ini dijadwalkan berlangsung Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 10.00 hingga 13.10 WIB, bertempat di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro. Seluruh aspek, mulai dari rekayasa lalu lintas, jalur kedatangan, rute evakuasi, hingga data kewilayahan, telah dipetakan rapi demi menjamin kelancaran, kenyamanan, dan keamanan tingkat tinggi.

“Kami telah menyusun skenario lengkap, mulai dari tiga opsi jalur kedatangan, lewat darat, kereta api, hingga udara. Serta rekayasa arus lalu lintas menyeluruh agar tidak ada gangguan sedikit pun saat rombongan Presiden tiba hingga selesai acara,” ungkap Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, Kamis (14/5/2026).

Dalam rekayasa lalu lintas yang disusun, pengaturan arus kendaraan dibagi jelas sesuai jenis dan tujuan. Kendaraan berat roda enam ke atas dari arah Madiun–Surabaya akan dialihkan lewat Simpang 3 TL Benawa, Jalan Bangawan Solo (Ringroad), hingga Simpang 3 Exit Tol Nganjuk.

Sebaliknya, dari arah Surabaya–Madiun dialihkan lewat Gerbang Tol Bandarkedungmulyo. Demikian pula untuk jalur menuju Kediri dan Kertosono, dengan pembagian rute melewati titik strategis seperti Adipura, Loceret, Ngronggot, hingga Patihan. 

Di setiap titik simpang utama, mulai dari SP1 Guyangan, SP2 Barat Terminal, SP3 TL Jetes, hingga SP4 Candirejo, telah disiapkan panduan arah dan personel pengatur lalu lintas agar masyarakat tidak kebingungan.

“Setiap titik simpang sudah kami petakan lengkap, termasuk estimasi waktu tempuh dan jumlah personel yang bersiaga. Tujuannya satu: kelancaran total dan keamanan maksimal di sepanjang jalur yang akan dilalui Bapak Presiden,” tambahnya.

Panitia menyiapkan tiga jalur utama kedatangan Presiden. Jalur darat ditempuh dari JW Marriott Hotel Surabaya sejauh 119 KM lewat jalan tol, keluar di Gerbang Tol Nganjuk, dengan estimasi waktu sekitar 1 jam 57 menit. 

Sepanjang rute ini akan melewati sejumlah sekolah, yakni SDN 1 Sukomoro, SDN 2 Nglundo, dan SDN 3 Bungur, yang data dan kontak pihak sekolahnya pun sudah dicatat lengkap. 

Jalur kedua menggunakan moda kereta api dari Stasiun Surabaya Gubeng ke Stasiun Nganjuk (112 KM/1 jam 38 menit), lalu dilanjutkan darat sejauh 8,3 KM atau sekitar 13 menit menuju lokasi melewati Jalan Brawijaya hingga Panglima Sudirman. 

Sementara jalur ketiga dan paling prioritas adalah lewat udara: helikopter dari Surabaya mendarat di Helipad Stadion Anjuk Ladang (115 KM/30 menit), lalu dilanjutkan darat 11,4 KM/18 menit ke lokasi. 

Alternatif pendaratan juga disiapkan di Helipad Candirejo Loceret, yang mampu menampung hingga 3 helikopter lengkap dengan titik koordinat pasti.

“Kami juga menyiapkan rute khusus bagi Kunjungan Kapolri, dengan rute penerbangan dari Surabaya menuju Candirejo sejauh 117 KM (30 menit), lengkap dengan akses darat menuju lokasi acara,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi dan kesiapan darurat, disusun rencana kontingensi sangat rinci. Untuk penanganan medis, rujukan utama adalah RSUD Nganjuk (8,5 KM/17 menit) dan RS Bhayangkara Nganjuk (9,3 KM/16 menit), lengkap dengan jalur evakuasi darat maupun udara menuju RS Bhayangkara Surabaya. 

Pos pengamanan dan tempat pengamanan sementara (Safe House) dipusatkan di Mapolres Nganjuk (10 KM/17 menit) dan Makodim 0810 Nganjuk (8,8 KM/15 menit). 

Tak kalah penting, jalur pelarian atau Escape Route telah dipetakan jelas menuju Exit Tol Nganjuk (9,1 KM/14 menit) maupun Exit Tol Bandar Kedung Mulyo (7,7 KM/16 menit), lengkap dengan rincian jumlah pasukan yang bersiaga di setiap titik sepanjang jalur tersebut.

“Dalam rencana kontingensi, kami rinci jumlah personel di setiap titik, mulai dari pengamanan jembatan, persimpangan, hingga titik rawan, semuanya tercatat. Kami tidak ingin ada celah sedikit pun yang tidak terantisipasi,” tegasnya.

Di lingkungan lokasi acara, tata letak disusun sangat rapi dan terstruktur. Di kawasan Museum Marsinah disiapkan tempat parkir khusus VVIP untuk 2 kendaraan dan VIP untuk 8 kendaraan. 

Jarak antara Museum menuju Monumen Marsinah sangat dekat, hanya 210 meter atau sekitar 1 menit berjalan kaki. Sementara untuk rombongan warga, aliansi buruh, dan masyarakat umum, disiapkan dua lokasi parkir besar.

Di kawasan Masjid Agung Jali (kapasitas 50 bus, jarak 700 meter/10 menit) dan kawasan Pabrik Lotus Nglundo (13 bus + 40 kendaraan roda empat, jarak 460 meter/6 menit), total mampu menampung 63 bus dan 40 kendaraan pribadi tanpa mengganggu jalur utama rombongan kepresidenan.

“Data kewilayahan juga menjadi dasar penting kesiapan kami. Kami catat luas wilayah Nganjuk 1.223,47 km² dengan penduduk lebih dari 1,1 juta jiwa, sedangkan Desa Nglundo memiliki 5 dusun, 532 Kepala Keluarga, dan 2.264 jiwa penduduk. Tingkat pemahaman ideologi masyarakat yang mencapai 89% menjadi modal utama kondusivitas wilayah ini,” tuturnya.

Seluruh lokasi krusial, mulai dari Makam, Museum, hingga Monumen Marsinah, telah dibagi menjadi zona-zona pengamanan lengkap dengan pos pengawasan, titik kontrol, dan jalur evakuasi. 

Setiap meter jalur penghubung dari makam ke museum (jarak 1 KM/2 menit) hingga ke monumen telah dipetakan titik keamanannya. Begitu pula fasilitas pendukung seperti Stadion Anjuk Ladang dan lokasi pendaratan helikopter Candirejo, semuanya sudah siap pakai dengan titik koordinat tercatat presisi.

Dengan tersusunnya dokumen lengkap dan matang ini, seluruh elemen mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, TNI, hingga perangkat desa telah bersatu dalam satu komando dan rencana kerja. 

Segala kemungkinan telah diantisipasi, jalur sudah pasti, dan keamanan terjamin menyeluruh. Kabupaten Nganjuk kini benar-benar berdiri tegak dan siap menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto.

Editor : SRTVRedaksi