NGANJUK, SRTV.CO.ID - Nonton bareng (nobar) film 'Pesta Babi' di salah satu warung kopi di Kabupaten Nganjuk pada Rabu (13/5/2026) malam berjalan aman.
Kegiatan nobar tersebut diadakan oleh Rayon Boemi Angin Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Nganjuk.
Meski berjalan aman hingga sesi akhir nobar, panitia penyelenggara sempat mendapat pertanyaan yang berbau intimidasi dari beberapa pihak.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum PC PMII Kabupaten Nganjuk, Said Rohman saat ditemui awak media usai pelaksanaan kegiatan tersebut.
"Kalau sifatnya intimidasi ya beberapa kemarin ada, saya rasa dari teman-teman Rayon. Tapi sifatnya hanya bertanya," ujar Said.
Meski demikian, Said menegaskan bahwa pemutaran film tersebut tetap dilaksanakan dan berlangsung dengan aman hingga akhir sesi.
Menurut Said, hal ini berbeda dengan pelaksanaan nobar film kontroversial tersebut di sejumlah daerah yang dibubarkan oleh aparat.
Menyoroti pembubaran tersebut, Said menilai hal itu seharusnya tidak dilakukan lantaran tidak berdasar.
"Pembubaran itu didasari dengan apa? Masa orang mau menonton film saja tidak boleh? Jadi paling tidak orang-orang yang membubarkan itu punya dasar apa?," ujar Said.
Said mengatakan bahwa pemutaran film Pesta Babi malam ini merupakan kali pertama diselenggarakan di wilayah Nganjuk.
Menurut Said, film tersebut bagus karena menggambarkan kondisi riil tentang perjuangan masyarakat adat Papua.
"Saya rasa filmnya juga bagus karena ini kan menceritakan kehidupan yang ada di Papua realitas sosialnya sekarang itu seperti apa," kata Said.
Said berharap, dengan adanya kegiatan ini, para kader PMII di Nganjuk dan masyarakat umum dapat memahami nilai moral dari film tersebut.
Editor : SRTVRedaksi