Ketua DPRD Jember Minta Etika Rapat Diperketat Usai viralnya Video Anggota Main Game dan Merokok

Ketua DPRD Jember Ahmad Halim (syakur)
Ketua DPRD Jember Ahmad Halim (syakur)

JEMBER, SRTV. CO.ID - Viral video anggota DPRD Jember diduga bermain game dan merokok saat rapat memicu perhatian publik serta tanggapan pimpinan dewan.

Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, menyebut pihaknya akan mengevaluasi aturan internal agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Ke depan kemungkinan ada aturan khusus saat RDP supaya kejadian seperti itu tidak terulang lagi,” ujar Ahmad Halim kepada wartawan.

Menurutnya, etika menjadi hal terpenting bagi seluruh anggota DPRD saat mengikuti forum resmi pemerintahan.

“Etika itu norma paling tinggi. Saat mengikuti rapat resmi harus menyesuaikan kondisi dan aturan yang ada,” katanya.

Ia menilai setiap pejabat publik wajib memahami situasi, termasuk membedakan forum santai dan agenda resmi pemerintahan.

“Kalau situasi resmi tentu harus mengikuti aturan resmi. Kalau santai ya silakan menyesuaikan,” ucapnya.

Terkait kebijakan merokok di lingkungan DPRD, Ahmad Halim menyebut kemungkinan akan ada kesepakatan bersama melalui aturan internal.

“Nanti bisa dirumuskan, misalnya forum tertentu tidak boleh merokok demi menjaga kenyamanan bersama,” katanya.

Ia juga menyinggung adanya aspirasi dari sejumlah pihak, khususnya perempuan, yang merasa terganggu dengan kebiasaan merokok di ruang rapat.

“Kalau ada orang merasa terganggu dengan asap rokok tentu kurang etis, apalagi juga berkaitan dengan kesehatan,” jelasnya.

Meski Jember dikenal sebagai daerah penghasil tembakau, menurutnya aturan tetap perlu disusun demi menjaga profesionalisme lembaga.

Ahmad Halim juga menyampaikan permohonan maaf atas viralnya video anggota DPRD yang menjadi sorotan masyarakat luas.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas viralnya anggota kami kemarin,” ujarnya.

Ia memastikan persoalan tersebut akan diproses melalui Badan Kehormatan DPRD sesuai mekanisme kelembagaan yang berlaku.

Selain itu, karena anggota tersebut berasal dari Fraksi Gerindra, partai juga akan melakukan pemanggilan dan klarifikasi internal.

“Kami akan klarifikasi dan memberikan sanksi administratif, teguran maupun disiplin,” tegas Ahmad Halim.

Ia menyebut anggota yang viral tersebut masih tergolong baru di dunia politik dan belum mengikuti pelatihan kader partai secara penuh.

Menurutnya, faktor usia muda dan minim pengalaman menjadi evaluasi penting agar seluruh anggota lebih menjaga sikap sebagai pejabat publik.

 

 

 

Editor : SRTVRedaksi