NGANJUK, SRTV.CO.ID – Suasana penuh semangat dan kebanggaan menyelimuti acara Malam Penganugerahan Ketenagakerjaan yang digelar Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Nganjuk, Senin (11/5/2026).
Rangkaian kegiatan ini diselenggarakan istimewa dalam rangka memperingati Hari Buruh Sedunia atau May Day, sekaligus menjadi momen ungkapan rasa syukur nasional atas ditetapkannya almarhumah Marsinah, sosok pejuang hak-hak pekerja asal Nganjuk, sebagai Pahlawan Nasional.
Di hadapan ratusan pelaku usaha, perwakilan serikat buruh, dan para pekerja, pemerintah daerah memberikan penghargaan tertinggi bagi mereka yang telah berdedikasi menjunjung tinggi nama baik dan kemajuan ketenagakerjaan di daerah ini.
“Acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan bukti nyata penghargaan kami kepada seluruh elemen dunia kerja. Kami merayakan perjuangan buruh sedunia, sekaligus bersyukur luar biasa karena Marsinah, putri terbaik daerah ini, kini namanya abadi sebagai Pahlawan Nasional” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Nganjuk, Itsna Shofiani
Penganugerahan penghargaan ini diserahkan secara langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, didampingi Wakil Bupati Tri Handy Cahyo Saputro.
Keduanya menyerahkan apresiasi kepada berbagai pihak, mulai dari perusahaan, serikat buruh, hingga individu pekerja yang dinilai sukses membina hubungan kerja yang harmonis, saling bekerja sama dengan baik, dan telah memenuhi seluruh kewajiban serta standar ketenagakerjaan yang berlaku.
“Kami memberikan penghargaan ini kepada mereka yang telah menjadi teladan. Kepada perusahaan yang memanusiakan pekerjanya, kepada serikat yang memperjuangkan hak dengan jalan musyawarah, dan kepada pekerja yang bekerja dengan dedikasi tinggi. Keberhasilan Nganjuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif tidak lepas dari peran kalian semua,” tegas Bupati Marhaen saat menyerahkan penghargaan.
Salah satu penerima anugerah malam ini adalah Satrio, yang mewakili perusahaan atau kelompok kerja yang dinilai berprestasi. Dengan rasa bangga, ia mengaku bahwa penghargaan ini adalah hasil kerja keras dan konsistensi pihaknya dalam menjaga komunikasi serta kerja sama yang erat antara pengusaha dan pekerja.
Selama ini, pihaknya rutin melaporkan setiap perkembangan, kegiatan, dan bentuk kerja sama yang terjalin kepada Dinas Tenaga Kerja sebagai bentuk transparansi dan kepatuhan.
“Kami sangat berterima kasih atas penghargaan ini. Selama ini, prinsip kami adalah keterbukaan dan kerja sama. Kami selalu melaporkan secara rutin segala bentuk kegiatan dan hubungan kerja yang terjalin di tempat kami. Ini adalah bukti bahwa keharmonisan itu bisa tercipta jika kedua belah pihak saling menghargai,” ungkap Satrio.
Satrio juga menegaskan, capaian ini tidak membuat pihaknya berpuas diri. Justru penghargaan ini menjadi tantangan dan motivasi untuk bekerja lebih baik lagi ke depannya. Ia berkomitmen akan memperketat dan meningkatkan kualitas pengawasan terhadap kinerja pekerja, serta memastikan pelaporan kepada Dinas Tenaga Kerja akan dilakukan lebih rinci, lebih cepat, dan lebih lengkap lagi demi menjaga standar yang telah dicapai.
“Ke depan, kami pastikan akan lebih baik lagi. Pengawasan terhadap kinerja akan kami tingkatkan, begitu juga pelaporan ke dinas terkait. Kami ingin menjadi contoh nyata bahwa hubungan pengusaha dan pekerja itu bukan lawan, melainkan mitra yang saling menguatkan,” tambahnya penuh tekad.
13 kategori penghargaan telah diberikan oleh Dinaker Nganjuk. Kategori ini mencakup berbagai aspek, mulai dari kepatuhan hukum, kesejahteraan pekerja, keselamatan kerja, hingga peran aktif serikat pekerja dalam menjaga stabilitas perusahaan dan daerah.
“Ini bentuk perhatian kami bahwa setiap peran itu penting dan berharga. Tidak ada yang dipandang sebelah mata selama berkontribusi positif,” jelas Itsna.
Itsna menegaskan pihaknya berjanji akan terus hadir memberikan semangat, perlindungan, dan pembinaan kepada seluruh pekerja dan buruh di Nganjuk. Tujuannya satu, agar kualitas kerja semakin meningkat, kesejahteraan terjamin, dan nama Kabupaten Nganjuk tetap dikenal sebagai daerah yang menjamin hak serta kewajiban dunia kerja dengan adil dan bermartabat.
“Tugas kami belum selesai. Ke depan, kami akan terus berikan semangat, bimbingan, dan perlindungan agar seluruh pekerja di Nganjuk semakin baik kinerjanya, semakin sejahtera, dan semakin bangga berkarya di daerah ini,” pungkasnya.
Acara pun ditutup dengan penuh kehangatan, meninggalkan pesan kuat: semangat Marsinah masih hidup, semangat buruh tetap menyala, dan kemitraan harmonis adalah kunci kemajuan Nganjuk.
Editor : SRTVRedaksi