Terungkap, Ini Identitas Pria yang Ditemukan Tewas di Sungai Dorogeneng Peh Serut

Petugas di lokasi penemuan jenazah Sujiono Sungai Dorogeneng, Pehserut, diduga tewas tersengat listrik alat setrum ikan miliknya sendiri. (Ist, SRTV)
Petugas di lokasi penemuan jenazah Sujiono Sungai Dorogeneng, Pehserut, diduga tewas tersengat listrik alat setrum ikan miliknya sendiri. (Ist, SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Identitas jenazah yang ditemukan di aliran Sungai Dorogeneng, Desa Pehserut, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, akhirnya terungkap, Korban diketahui bernama Sujiono, kelahiran Jombang tahun 1984, berjenis kelamin laki-laki, beralamat di Dusun Ganggangmalang, Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro.

Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Fajar Kurniadi menjelaskan, berdasarkan keterangan yang dihimpun dari para saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara, peristiwa ini sebenarnya sudah diketahui sejak pagi hari, namun baru dilaporkan ke pihak berwajib pada sore hari. 

"Jenazah korban pertama kali diketahui mengapung di Sungai Dorogeneng pada Minggu pagi sekitar pukul 10.30 WIB. Namun, penemuan baru dilaporkan sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, karena ada rentang waktu cukup lama sejak alatnya ditemukan hingga jenazahnya terlihat jelas," jelas AKP Fajar merinci urutan waktu kejadian.

Penemuan bermula saat Anang (38), warga sekitar yang baru saja pulang dari sawah pada pukul 10.00 WIB, melewati pinggiran sungai dan melihat ada alat penyetrum ikan berada di tengah aliran air. 

Saat itu ia hanya melihat alatnya saja, namun tidak menemukan siapa pemiliknya. Mengira mungkin pemiliknya sedang pergi sebentar atau pulang duluan, Anang pun melanjutkan perjalanan pulang tanpa curiga ada hal buruk yang terjadi.

"Namun hingga sore hari sekitar pukul 15.30 WIB, alat setrum tersebut masih berada di posisi yang sama, tidak bergerak dan tidak ada yang mengambil. Makin curiga dan khawatir, Anang pun memanggil tetangganya yang bernama Busari (55) untuk diajak bersama-sama memeriksa alat tersebut dan sekitarnya," tambah Fajar.

Kedua warga itu pun bergegas mendekat, membawa sebatang bambu kering untuk menarik alat penyetrum itu ke pinggir sungai agar bisa diperiksa lebih jelas. Saat alat mulai ditarik dan posisinya bergeser, pemandangan mengerikan langsung terlihat oleh keduanya. Di dekat alat itulah, tubuh Sujiono ternyata sudah tak bernyawa di dalam air, tenggelam dan tersangkut di bebatuan sungai.

"Saksi membawa alat bambu kering untuk menarik alat setrum ikan tersebut ke tepi sungai dan ternyata ada orang tenggelam yang berada di dekat alat setrum ikan tersebut," tegas AKP Fajar menceritakan detik-detik penemuan yang mengejutkan kedua saksi tersebut.

Setelah dipastikan korban sudah tak bernyawa, warga segera melapor ke petugas kepolisian dan tim SAR terkait. Proses evakuasi pun segera dilakukan, dan jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Nganjuk untuk pemeriksaan lebih lanjut serta penyerahan kepada keluarga. 

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menyimpulkan dugaan kuat penyebab kematian Sujiono adalah tersengat arus listrik dari alat yang digunakannya sendiri saat berburu ikan.

Peristiwa ini kembali menjadi bukti nyata dan peringatan keras bagi masyarakat. Aktivitas penyetrum ikan selain merusak lingkungan dan ekosistem sungai, juga sangat berisiko tinggi merenggut nyawa pelakunya sendiri, seperti yang dialami Sujiono. 

Kasus ini pun masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk memastikan seluruh kronologi dan fakta berjalan lengkap sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Editor : SRTVRedaksi