Sektor Pertanian 'Lampu Kuning', Mbak Estu: Hadapi El Nino & Ekonomi, Air Jadi Kunci

Anggota DPR RI, Sadarestuwati saat menyampaikan gagasannya dalam sarasehan bersama para petani di Jombang (Faiz SRTV)
Anggota DPR RI, Sadarestuwati saat menyampaikan gagasannya dalam sarasehan bersama para petani di Jombang (Faiz SRTV)

JOMBANG, SRTV.CO.ID – Sektor pertanian saat ini tengah menghadapi tantangan berat, layaknya berada di kondisi "lampu kuning". Para petani tidak hanya dihantam oleh ketidakpastian iklim ekstrem, tetapi juga terhimpit oleh tekanan ekonomi yang semakin berat. 

Hal ini menjadi perhatian serius dan keprihatinan mendalam dari Anggota DPR RI, Sadarestuwati atau yang akrab disapa Mbak Estu.

"Kondisinya tidak sedang baik-baik saja. Ada tekanan ekonomi yang luar biasa, ditambah perubahan iklim yang sulit ditebak. Saya akan terus berjuang mati-matian agar petani kita tetap berdaya dan sejahtera," tegas Mbak Estu dalam diskusi sarasehan di aula Bale Tani, Kecamatan Bareng, Kamis (7/5/2026) malam.

Legislator dari Fraksi PDI-Perjuangan ini menyoroti adanya hantaman ganda yang harus dihadapi. Di satu sisi, biaya produksi seperti pupuk dan logistik terus merangkak naik, sementara di sisi lain, ancaman kekeringan parah atau yang disebut 'El Nino Godzilla' sudah di depan mata.

"Kita harus jujur bahwa tekanan ekonomi saat ini sangat dirasakan di akar rumput. Harga pupuk, biaya logistik, hingga operasional pertanian tidaklah murah. Jika ini ditambah dengan kemarau panjang atau El Nino Godzilla seperti prediksi BMKG, maka ketahanan pangan kita taruhannya," ungkapnya.

Oleh karena itu, ia meminta pemerintah baik pusat maupun daerah memastikan skema bantuan dan ketersediaan sarana produksi tetap terjaga agar daya beli petani tidak runtuh. Lebih dari itu, Mbak Estu menekankan bahwa kunci bertahan di tengah krisis ini adalah kedaulatan sumber daya alam, terutama air.

"Utamanya kita harus bergotong royong menyelamatkan air sumber kita. Kalau air habis, pertanian mati. Kalau pertanian mati, ekonomi masyarakat desa runtuh. Ini efek domino yang harus kita cegah sejak dini," tambahnya.

Menutup arahannya, Mbak Estu juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam. Ia mengecam praktik penggundulan hutan yang masih terjadi, karena hal itu justru mempercepat kerusakan lingkungan dan ekonomi.

"Jangan hanya mau mengambil hasilnya tapi merusak akarnya. Hutan jangan digundul atau ditebang sembarangan. Menjaga hutan bukan cuma soal lingkungan, tapi soal menjaga kelangsungan hidup dan ekonomi anak cucu kita ke depannya," pungkasnya.

Editor : SRTVRedaksi