NGANJUK, SRTV.CO.ID – Peringatan Hari Buruh Sedunia atau May Day tak hanya menjadi momen perjuangan, tapi juga membawa berkah ekonomi bagi warga sekitar. Di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Marsinah, Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, omzet para pedagang meningkat drastis. Bunga-bunga segar menjadi incaran utama para peziarah.
"Alhamdulillah, semenjak Marsinah ditetapkan jadi Pahlawan Buruh Nasional, penjualan bunga meningkat sampai 3 kali lipat. Dulu biasa dapat Rp25 ribu, sekarang bisa tembus Rp150 ribu dalam sehari," ujar Rahmi, salah satu penjual bunga setempat, Jumat (1/5/2026).
Ia mengaku, peningkatan omzet yang signifikan ini sudah dirasakan selama beberapa tahun terakhir. Lonjakan pembeli terjadi karena membludaknya kedatangan aktivis buruh, serikat pekerja, dan masyarakat dari berbagai wilayah yang ingin berziarah serta memberikan penghormatan terakhir.
Bunga tidak hanya sekadar komoditas dagang, melainkan menjadi simbol rasa hormat dan apresiasi mendalam atas jasa dan perjuangan Marsinah. Kehadiran ribuan orang ini tentu saja menggerakkan roda ekonomi lokal secara menyeluruh.
"Bukan hanya kami penjual bunga yang untung, warung-warung makan dan UMKM di sekitar makam serta monumen juga ikut merasakan dampak positifnya. Penghasilan mereka pasti bertambah banyak," tambah Warni, warga sekitar yang juga merasakan manfaatnya.
Momen May Day tahun ini kembali membuktikan bahwa monumen sejarah perjuangan buruh memiliki nilai ekonomi yang besar. Selama berhari-hari sebelum dan sesudah peringatan, kawasan ini selalu ramai didatangi orang, memberikan harapan baru dan kesejahteraan bagi warga yang menggantungkan hidupnya di sana
Editor : SRTVRedaksi