SURABAYA, SRTV.CO.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan komitmen kuat dalam memajukan pendidikan Islam. Melalui penyelenggaraan Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Pengembangan Pesantren (RPP) di Gedung Binaloka Adhikara, Kamis (30/4/2026), langkah strategis disusun untuk menjawab tantangan zaman selama lima tahun ke depan.
“Tujuan RPP adalah menyusun arah kebijakan pengembangan pesantren yang terintegrasi sehingga mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kemandirian pesantren,” ujar Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jawa Timur, Agung Subagyo. Jumat (1/5/2026)
Rakor yang dihadiri oleh 25 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 50 perwakilan pondok pesantren se-Jatim ini menjadi wadah sinergi lintas sektor. Pesantren dinilai memiliki peran vital tidak hanya dalam pendidikan, tetapi juga pembangunan karakter, moral, hingga ekonomi umat yang perlu dikelola secara terukur dan berkelanjutan.
“Pesantren harus menjadi bagian penting dari pembangunan daerah. Karena itu, program prioritas terus diarahkan agar pesantren semakin maju, mandiri, dan kompetitif,” jelas Kukuh Tri Sandi, perwakilan dari Bappeda Provinsi Jawa Timur.
Berbagai program unggulan pun dipaparkan, mulai dari pengembangan ekonomi melalui Ekotren OPOP, beasiswa santri unggulan, Jatim World Class Education, hingga PESTANA. Semua ini dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing lembaga pendidikan Islam di Jawa Timur.
“Pesantren di Jawa Timur memiliki kekuatan besar. Tinggal bagaimana seluruh pihak hadir memberikan dukungan nyata agar semakin berkembang,” kata Imam Turmudzi, perwakilan Kanwil Kemenag Jatim.
Ia juga menyoroti potensi besar jumlah pesantren yang mencapai 7.425 lembaga, serta memperkenalkan program TOPTREN sebagai sarana promosi dan penguatan citra positif di masyarakat. Sementara itu, aspek regulasi juga menjadi perhatian serius.
“Setiap langkah pembangunan pesantren harus didukung aturan yang jelas agar pelaksanaan program berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ungkap Wahyu, perwakilan Biro Hukum Setdaprov Jatim.
Tak kalah penting, peran ekonomi pesantren juga digelorakan. Sekjen OPOP Jawa Timur, Gus Ghofirin, menegaskan bahwa pesantren kini bukan sekadar tempat belajar agama, melainkan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Pesantren memiliki potensi luar biasa. Jika dikelola bersama dan diberi ruang berkembang, pesantren akan menjadi kekuatan ekonomi umat yang mampu membawa kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Rakor ini diharapkan melahirkan rumusan terbaik demi terwujudnya pesantren Jawa Timur yang modern, mandiri, dan bermartabat.
Editor : SRTVRedaksi