Tekan Angka Laka Lantas, Polres Jombang Kerahkan Hunting System Lewat Operasi Patuh Semeru 2026

Kapolres Jombang AKBP Yanto Mulyanto P. didampingi Wakapolres dan Kasatlantas saat diwawancarai wartawan di Mapolres Jombang
Kapolres Jombang AKBP Yanto Mulyanto P. didampingi Wakapolres dan Kasatlantas saat diwawancarai wartawan di Mapolres Jombang

JOMBANG, SRTV.CO.ID - Polres Jombang resmi menggelar Operasi Patuh Semeru 2026 yang berlangsung dari 26 Oktober hingga 8 November mendatang. Langkah ini diambil menyusul tingginya angka kecelakaan lalu lintas di wilayah yang dikenal sebagai kota santri tersebut, yang tercatat mencapai rata-rata tiga insiden dalam sehari.

"Kalau dirata-ratakan, dalam sehari terjadi tiga kecelakaan lalu lintas. Ini tentunya kami berharap bisa ditekan, begitu juga fatalitas kecelakaan dan jumlah korbannya," ucap Kapolres Jombang, AKBP Yanto Mulyanto P., saat diwawancarai di Mapolres Jombang. Selasa (27/10/2026)

Dalam pelaksanaannya, operasi terpusat ini menyasar berbagai bentuk pelanggaran lalu lintas yang berpotensi memicu kecelakaan maupun memperparah fatalitas korban. Prioritas utama penindakan diarahkan pada jenis pelanggaran yang memiliki risiko tinggi di jalan raya.

"Pada Operasi Patuh Semeru 2026 mengedepankan tiga pola kegiatan. Sebanyak 20 persen dialokasikan untuk upaya preemtif atau edukasi, dan 50 persen preventif melalui pencegahan, serta sisanya 30 persen represif berupa penindakan terhadap pelanggaran," imbuhnya.

Guna memaksimalkan efektivitas operasi, kepolisian tidak hanya mengandalkan penindakan hukum, tetapi juga menggencarkan sosialisasi langsung kepada masyarakat luas, termasuk menyasar lingkungan sekolah agar kesadaran tertib berlalu lintas tumbuh sejak dini.

"Penindakan kami lakukan terhadap semua pelanggaran lalu lintas, khususnya yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Harapannya, masyarakat yang melanggar bisa mendapat efek jera dan tidak mengulangi pelanggaran," terang Kapolres Jombang.

Untuk strategi penegakan hukum di lapangan, jajaran Polres Jombang sementara ini menerapkan metode hunting system. Petugas aktif berpatroli menyusuri ruas jalan dan memprioritaskan titik-titik rawan laka lantas alih-alih hanya bersiaga di satu tempat tetap.

"Untuk sementara, kami melakukan kegiatan hunting. Prioritas penindakan tetap pada titik-titik yang memiliki potensi kecelakaan lalu lintas," jelas AKBP Yanto.

Melalui kombinasi edukasi masif, tindakan preventif, serta penegakan hukum menggunakan tilang manual, Operasi Patuh Semeru 2026 diharapkan mampu membangun budaya berkendara yang aman dan menyelamatkan nyawa masyarakat di jalan raya.

"Ini tentunya kami berharap bisa ditekan, begitu juga fatalitas kecelakaan dan jumlah korbannya," pungkasnya.

Editor : SRTVRedaksi