Membawa Nama Satreskrim, Oknum Mengaku Wartawan Gertak dan Minta Uang Proposal ke Kades di Jombang

Tangkapan layar rekaman CCTV memperlihatkan oknum yang mengaku wartawan saat mendatangi kediaman Kepala Desa Sukorejo, Kaswari, di Perak, Jombang. (TL/SRTV)
Tangkapan layar rekaman CCTV memperlihatkan oknum yang mengaku wartawan saat mendatangi kediaman Kepala Desa Sukorejo, Kaswari, di Perak, Jombang. (TL/SRTV)

JOMBANG, SRTV.CO.ID - Kepala Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Kaswari, merasa diteror oleh oknum yang mengaku wartawan dengan inisial S bersama tiga rekannya di garasi kediamannya, Senin (5/10/2026) siang.

Para oknum tersebut datang menggunakan mobil merah dan membawa-bawa nama Satreskrim terkait dugaan kasus utang piutang warga setempat.

"Dia mengatakan ini perintahnya Satreskrim. Saya disuruh menginformasikan kepada istrinya Eko bahwa dia sekarang sudah dicari polisi, mau dijemput paksa, dan akan ditulis di media," kata Kaswari saat dikonfirmasi awak media, Kamis (8/10/2026).

Mendapat tekanan tersebut, Kaswari menolak secara tegas untuk terlibat karena menganggap persoalan utang piutang antar warga tersebut murni ranah kepolisian dan bukan kewenangannya sebagai kades.

"Jangan ke saya. Kecuali kalau saya ikut mendamaikan antara korban dan pelaku, baru bisa konsultasi dengan saya," imbuhnya.

Usai penolakan tersebut, perbincangan berbelok ke pengajuan proposal reuni aliansi wartawan disertai permintaan sejumlah uang.

Oknum tersebut bahkan membawa-bawa nama kades lain yang diklaim telah memberikan sumbangan.

"Akhirnya dia bilang, ini dalam rangka reuni aliansi wartawan kelompok saya, mau ada pertemuan. Dia mengajukan proposal. Saya tolak. Dia bilang dari teman-teman kades ada yang ngasih 500 ribu, ada yang satu juta," jelasnya.

Kaswari menduga aksi gertakan dan ancaman memviralkan berita tersebut sengaja dilakukan karena dirinya baru tiga bulan menjabat sebagai kepala desa.

"Saya anggap ini karena saya kepala desa baru, jadi dia coba menggertak. Saya bilang, saya tidak panen apa-apa jadi lurah, jalan desa saja 300 meter masih rusak," terangnya.

Aksi keempat oknum tersebut terekam jelas oleh kamera CCTV merek EZVIZ di rumah kediaman kades pada pukul 13.27 WIB.

Kaswari menegaskan siap menyerahkan bukti rekaman video tersebut jika proses hukum diperlukan, sekaligus mengimbau agar oknum-oknum tak bertanggung jawab tidak lagi meresahkan warga maupun pemerintah desa.

"Jangan yang tidak ada masalah dibikin masalah, endingnya cari-cari duit. Kalau ada warga yang dirugikan karena ulah wartawan seperti ini, akan saya laporkan ke polisi untuk diproses secara hukum," pungkas Kades Kaswari.

Editor : SRTVRedaksi