Tak Lagi Sanggup Berdiri, Duka Mbah Slamet Kedungombo di Tengah Belas Kasih Tetangga

Potret Mbah Slamet (65), warga Desa Kedungombo, Tanjunganom, Nganjuk, yang kini harus hidup sebatang kara dan berjuang melawan sakit di masa tuanya (Dito/SRTV)
Potret Mbah Slamet (65), warga Desa Kedungombo, Tanjunganom, Nganjuk, yang kini harus hidup sebatang kara dan berjuang melawan sakit di masa tuanya (Dito/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID — Langkah kaki yang kian merenta tak lagi mampu menopang raga Mbah Slamet (65), seorang lansia warga Desa Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk. Di usia senjanya, ia justru harus memeluk sepi dan menggantungkan asa pada belas kasih sesama.

"Meski selama hidupnya tidak memiliki anak kandung, beliau sebenarnya sempat berusaha merawat anak asuh. Harapannya sederhana, agar di hari tua ada yang mendampingi dan merawatnya," ujar Hariyono, Kepala Desa Kedungombo, menceritakan ikhtiar sang nenek yang merindukan kehangatan keluarga. Kamis (8/10/2026)

Impian sederhana itu runtuh dihantam kerasnya realita ekonomi. Anak asuh yang digadang-gadang menjadi penopang masa tuanya terpaksa mengadu nasib ke luar kota demi bertahan hidup.

"Kondisi ekonominya yang terbatas membuat anak asuhnya harus bekerja di luar kota. Akibatnya, Mbah Slamet kini benar-benar tinggal sendirian di rumahnya," lanjut Hariyono.

Kini, hari-hari Mbah Slamet dilalui dalam sunyi tanpa penghasilan. Digerogoti penyakit kaki yang parah, ia tak lagi sanggup beraktivitas, apalagi mencari nafkah.

"Untuk kebutuhan makan sehari-hari, beruntung ada tetangga sekitar yang peduli dan rutin membantu beliau," jelas Hariyono.

Pemerintah desa sebenarnya tidak tinggal diam melihat penderitaan warganya. Berbagai skema bantuan sosial telah digelontorkan untuk menyokong kebutuhan dasar Mbah Slamet.

"Mbah Slamet ini masuk dalam kategori Desil 1, sehingga bantuan dari desa maupun pemerintah daerah sebenarnya sudah rutin beliau terima," kata Hariyono.

Namun, uluran materiil semata tak sanggup mengobati rasa sepi dan keterbatasan fisiknya. Harapan kini tertuju pada penanganan yang lebih layak agar sisa usianya dirawat dengan penuh kasih.

"Karena saat ini beliau hidup sendiri dan sakit-sakitan, kami sangat berharap ada perhatian khusus agar beliau bisa dirawat di panti jompo supaya kesehatan dan kebutuhan harian di masa tuanya lebih terjaga," pungkas Hariyono.

Editor : SRTVRedaksi