NGANJUK, SRTV.CO.ID – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Nganjuk resmi membuka Festival Literasi 2.0 di Gedung Wanita Nganjuk, Kamis (8/10/2026). Perhelatan edukatif yang berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu (10/10/2026) ini hadir dengan konsep yang meriah dan inklusif demi menyedot antusiasme warga Nganjuk.
Dalam pembukaan tersebut, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro menyampaikan pesan kuat terkait esensi membaca bagi kemajuan masyarakat.
“Literasi ini adalah cara kita untuk melihat dunia lebih luas,” tegas pria yang akrab disapa Mas Handy itu.
Beragam stan turut menyemarakkan lokasi acara, mulai dari pameran sekolah tingkat SD hingga SMA, komunitas pegiat literasi, hingga stan edukasi sejarah seperti Museum Marsinah dan Site Museum Tritik.
Kehadiran museum tersebut memperluas makna literasi agar masyarakat tak hanya membaca buku, tetapi juga mengenali akar sejarah serta budaya lokalnya.
Plt Kepala Dinas Arpus Kabupaten Nganjuk, Alwiah Supu Yusuf, menekankan misi utama di balik terselenggaranya ajang ini.
“Tujuan kita melaksanakan Festival Literasi ini adalah untuk meningkatkan budaya baca masyarakat,” ungkap Alwiah.
Selama tiga hari pelaksanaan, festival ini dibuka hingga pukul 20.00 WIB setiap harinya agar seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati ragam kegiatan yang disajikan.
Penyelenggara berharap dampaknya dapat dirasakan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari warga.
Alwiah menegaskan kembali harapannya agar acara ini memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan taraf literasi daerah.
“Kami sangat mengharapkan agar kegiatan ini tidak saja kegiatan seremonial, tetapi para pegiat literasi dan masyarakat Nganjuk semakin meningkat budaya baca,” tambahnya.
Pada momen interaktif, Mas Handy sempat menantang para peserta dengan bertanya siapa yang masih rutin membaca buku dalam sebulan terakhir.
Seorang peserta bernama Shofiki langsung mengacungkan tangan dan mengaku tengah mendalami buku bertema psikologi, yang langsung disambut riuk tepuk tangan para hadirin.
Mengakhiri arahannya, Mas Handy berpesan agar tradisi membaca ini diturunkan kepada generasi penerus.
“Ini adalah hal yang patut kita lestarikan dan kita teruskan, khususnya kepada anak-anak kita, cucu-cucu kita semuanya,” ujar Mas Handy menutup sambutannya.
Editor : SRTVRedaksi